Napi Korupsi Dipindah ke Nusakambangan, Yasonna Khawatir Kurang Pengawasan

Napi Korupsi Dipindah ke Nusakambangan, Yasonna Khawatir Kurang Pengawasan
Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly menjawab pertanyaan wartawan seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, 25 Juni 2019. Yasonna diperiksa sebagai saksi atas kasus dugaan korupsi proyek KTP Elektronik yang menjerat politikus Partai Golkar, Markus Nari. ( Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao )
Ahmad Salman / AIS Selasa, 25 Juni 2019 | 23:54 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly khawatir jika narapidana korupsi dipindahkan ke Lembaga Permasyarakatan Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Pengawasan di Nusakambangan terhadap napi koruptor dapat berkurang. Sebab lapas berada di pulau khusus.

“Kalau ditaro ke khusus korupsi, justru kehilangan kontrol kita karena ada di pulau khusus,” jelas Yasonna di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (25/6/2019).

Menurut Yasonna Nusakambangan memiliki level tahanan yang diterapkan kepada narapidana sesuai berat hukuman pidana masing-masing. Narapidana yang ditempatkan di tahanan super maksimum merupakan tahanan khusus seperti narkoba dan terorisme.

Sebelumnya KPK menunggu kesiapan Kemenkumham terkait usulan memindahkan narapidana kasus korupsi ke Lapas Nusakambangan.



Sumber: BeritaSatu TV