Jasa Marga: Jumlah Kecelakaan Selama Mudik Turun 35%

Jasa Marga: Jumlah Kecelakaan Selama Mudik Turun 35%
Kendaraan pemudik terjebak macet di Gerbang Tol Cikampek Utama, Jawa Barat, Minggu (9/6/2019). Pada puncak arus balik lebaran 2019, sejumlah titik di Tol Jakarta-Cikampek mengalami kepadatan volume kendaraan pemudik yang ingin kembali ke Jakarta. ( Foto: ANTARA FOTO / Agus )
Mikael Niman / FMB Rabu, 26 Juni 2019 | 21:28 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - ‎PT Jasa Marga (Persero) Tbk bekerja sama dengan berbagai instansi terkait berhasil mewujudkan rekayasa lalu lintas satu arah (one way) terpanjang dan terlama yang berlaku di Indonesia, saat periode arus mudik dan balik Lebaran 2019. Penerapan rekayasa lalu lintas satu arah tersebut menjadi salah satu catatan penting evaluasi mudik dan balik Lebaran tahun ini.

Begitu juga dengan angka kecelakaan di tol yang dikelola Jasa Marga. Selama periode arus mudik dan balik Lebaran, mengalami penurunan sebesar 35% dibanding periode yang sama pada tahun lalu.

"Jumlah kecelakaan pada periode H-7 sampai H+7 Lebaran adalah sebesar 52 kejadian atau turun 35 persen dari tahun 2018. Wilayah Jabodetabek-Jabar 24 kecelakaan, turun 14 persen dari tahun 2018 dan wilayah Trans Jawa 28 kejadian atau turun 46 persen dari tahun 2018," ujar Operation Management Group Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Fitri Wiyanti, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (26/6/2019).

Menurutnya, titik-titik kepadatan yang menjadi perhatian, di antaranya adalah pertemuan arus lalu lintas di KM 68 hingga KM 66 Tol Jakarta-Cikampek pada periode arus balik serta menjelang rest area.

"Menjelang rest area masih menjadi titik yang berpotensi menimbulkan kepadatan di lajur. Di antaranya, adalah titik-titik menjelang rest area Tol Jakarta-Cikampek, Tol Palikanci, Tol Batang-Semarang, serta Tol Semarang-Solo," katanya.

Direktur Utama Jasa Marga, Desi Arryani, menambahkan evaluasi dan prediksi lalu lintas di jalan tol jelang periode mudik dan balik Lebaran 2019, telah dilakukan sejak jauh-jauh hari. Tepatnya, sejak diresmikannya Tol Trans Jawa akhir tahun lalu.

"Sejak dioperasikannya Tol Trans Jawa, kita sudah evaluasi. Kita mengevaluasi kapasitas-kapasitas gerbang. Kita mengevaluasi jumlah lalu lintas. Kita memprediksi semua data bersama. Kemudian kebutuhan lajur-lajur juga kita prediksi dan yang paling penting adalah kita memindahkan Gerbang Tol Cikarang Utama, itu memang yang paling vital," kata Desi Arryani.

‎Desi mengatakan, hasil evaluasi Jasa Marga tersebut turut didukung dari sumber informasi lain, misalnya survei Balitbang Kementerian Perhubungan Darat.

"Kesimpulan evaluasi tersebut memprediksi animo masyarakat untuk menggunakan Tol Trans Jawa saat mudik dan balik Lebaran 2019, terbilang tinggi," bebernya.

‎Sementara itu, Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi, mengungkapkan arus mudik dan balik tahun-tahun berikutnya menjadi tantangan yang semakin besar.

‎"Di tahun 2020, tantangan kita akan makin berat. Mudah-mudahan ini menjadi penyemangat kita mulai dari sekarang untuk persiapan mudik tahun 2020," ungkapnya.

Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol Refdi Andri‎, memaparkan terwujudnya penerapan one way terpanjang dan terlama tersebut tak terlepas dari sinergitas yang terjalin baik di antara pihak-pihak terkait.

"Sinergitas ini, misalnya terlihat saat penerapan one way dengan panjang maksimum mencapai 413 Km saat arus balik. Bahkan, pada hari-hari terakhir penerapannya saat arus balik, durasi pemberlakukan one way bahkan berlangsung selama 42 jam non stop," imbuhnya.

‎Rekayasa lalu lintas yang merupakan diskresi Kepolisian, ada beberapa catatan penting di antaranya adanya perubahan titik akhir pemberlakuan one way arus mudik dari KM 262 (Brebes Barat) menjadi KM 414 (Kalikangkung)‎. Lalu, perubahan titik awal one way arus balik semula KM 262 (Brebes Barat) menjadi KM 442 (Bawen) dan titik akhir one way semula KM 70 (Cikampek) menjadi KM 29 (Cikarang). Serta, adanya perpanjangan waktu pemberlakuan one way arus mudik yang semula direncanakan selama empat hari yakni 30 Mei-2 Juni menjadi lima hari yakni 30 Mei hingga 3 Juni dan one way arus balik yang semula dijadwalkan hanya empat menjadi lima hari yaitu 7 Juni hingga 11 Juni 2019.



Sumber: Suara Pembaruan