Surat Lulus Qomar dari UNJ Dibuat Sopirnya

Surat Lulus Qomar dari UNJ Dibuat Sopirnya
Pelawak atau komedian Nurul Qomar (Qomar) diangkat sebagai Rektor di Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) ( Foto: Istimewa )
Stefy Thenu / HA Kamis, 27 Juni 2019 | 02:19 WIB

Brebes, Beritasatu.com - Polisi menyatakan surat keterangan lulus (SKL) S2 dan S3 Nurul Qomar dibuat oleh sopir pribadi komedian senior tersebut. SKL palsu itu dibuat atas perintah Qomar.

SKL S2 dan S3 dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu yang kemudian digunakan Qomar untuk mencalonkan diri menjadi Rektor Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes pada 2017 lalu.

"SKL itu dibuat oleh sopirnya atas perintah Qomar," ungkap Kaur Bin Ops Polres Brebes Iptu Triyatno, usai pelimpahan tahap II ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Brebes, Rabu (26/6/2019).

Triyatno mengungkapkan, kasus pemalsuan SKL itu terungkap dari kecurigaan pihak Yayasan UMUS. Qomar tak mampu menunjukkan ijazah S2 (Magister) dan S3 (Doktor) saat diminta oleh pihak Yayasan UMUS saat dirinya menjabat sebagai rektor.

"Kejadiannya bermula dari prosesi wisuda mahasiswa pada November 2017 lalu. Saat itu, pihak Kopertis meminta Yayasan UMUS agar menyerahkan ijazah S2 dan S3 rektor sebagai persyaratan. Tapi Qomar tak mampu menunjukkan, bilangnya masih dalam proses," ujar kuasa hukum UMUS Brebes, Tobidin Sarjum.

Karena curiga, pihak Yayasan UMUS kemudian mengirim surat ke UNJ.

"Karena katanya lulus dari UNJ, kita tanya ke sana. Ternyata dijawab belum lulus," tambahnya.

Atas dasar itu, pihak yayasan kemudian melaporkannya ke Polres Brebes atas dugaan pemalsuan ijazah S2 dan S3 pada Desember 2017.

Sementara itu, kuasa hukum Qomar, Furqon Nurjaman, mengungkapkan, kliennya lulus S1 di salah satu perguruan tinggi milik Yayasan Pembina Pendidikan Administrasi Niaga dan Negara (Yappan) yang beralamat di Lenteng Agung Jakarta Selatan.

Kemudian Qomar, pentolan grup lawak Empat Sekawan, melanjutkan S2 Magister Manajemen di Universitas Kristen (Unkris) Dwipayana Jakarta hingga lulus. Lulus S2 dari Unkris, Qomar melanjutkan kuliah S3 di UNJ dan mengambil program Pendidikan Dasar.

"Karena dia ingin menjadi dosen dan guru besar, ia kuliah lagi S3 di UNJ. Namun tidak bisa karena S2 nya tidak linear. Disarankan oleh pihak kampus agar kuliah lagi S2 dan mengambil jurusan yang linear yaitu Manajemen Pendidikan Dasar," ungkapnya.

Namun setelah menjadi rektor, Qomar tidak melanjutkan studi S3 maupun S2, sehingga belum dinyatakan lulus dari UNJ.



Sumber: Suara Pembaruan