Divonis Lima Bulan Penjara, Ini Jawaban Vanessa Sambil Menangis

Divonis Lima Bulan Penjara, Ini Jawaban Vanessa Sambil Menangis
Terdakwa kasus dugaan penyebaran konten asusila Vanessa Angel berjalan keluar ruangan usai menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 20 Juni 2019. ( Foto: ANTARA FOTO / Moch Asim )
Aries Sudiono / CAH Kamis, 27 Juni 2019 | 07:50 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - Artis film televisi (FTV) Vanessa Angel (28), terdakwa kasus prostitusi online divonis lima bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya yang diketuai Dwi Purwadi, Rabu (26/6/2019). Majelis hakim menyatakan terdakwa Vanessa Angel terbukti secara sah dan meyakhinkan bersalah melanggar Pasal 27 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) juncto Pasal 45 ayat 1 UU ITE. Pasal tersebut didakwakan berkaitan dengan konten pornografi yang ditransmisikan Vanessa untuk kepentingan prostitusi.

“Menjatuhkan pidana penjara lima bulan terhadap terdakwa Vanessa Angel dikurangi masa penahanan,” ujar hakim ketua, Dwi Purwadi saat membacakan amar putusan majelis hakim. Vonis yang dijatuhkan majelis hakim itu lebih rendah satu bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Mendengar vonis (putusan) majelis hakim itu, serta merta membuat terdakwa Vanessa Angel yang berparas cantik dan bernama asli Vanessa Angelia Adzan kelahiran Jakarta, 21 Desember 1991 itu langsung menangis. Vanessa yang sudah membintangi sedikitnya sembilan FTV dan tiga sinetron itu langsung berdiri dari kursi pesakitan dan menyalami majelis hakim dan kemudian memeluk erat salah seorang penasihat hukumnya. Vanessa menyatakan menerima putusan tersebut.

“Saya menerima vonis yang mulia,” ujar Vanessa dengan suara bergetar seusai berunding dengan tim penasihat hukumnya. Dengan menerima vonis tersebut, Vanessa Angel yang ditahan penyidik sejak 31 Januari 2019 akan berakhir, Minggu 30 Juni 2019.

Walaupun demikian, menurut penasihat hukum vonis tersebut sangat berat, karena menurut keterangan saksi ahli ITE dan pidana, jika perkara utamanya tidak terbukti maka perkara Vanessa bisa dinyatakan tidak bersalah atau bebas. Namun demikian penasihat hukum mengamini vonis majelis hakim karena kliennya ingin segera menutup lembaran hitam yang dialaminya untuk memulai dengan lembaran baru yang putih dalam kehidupannya.

“Kita sarankan menerima vonis itu agar kasus yang melilitnya tidak berkepanjangan,” ujar Abdul Malik menyikapi vonis tersebut. 

Sementara JPU menyatakan pikir-pikir dalam tenggang waktu sepekan karena akan disampaikan kepada pimpinan. Karenanya ketua majeis hakim menyatakan, vonis belum berkekuatan hukum tetap karena menunggu jawaban JPU.



Sumber: Suara Pembaruan