Volume Lalin Periode Arus Mudik 2019 Capai 1,6 Juta Kendaraan

Volume Lalin Periode Arus Mudik 2019 Capai 1,6 Juta Kendaraan
Macet sepanjang 20 kilometer membuat pemudik yang kelelahan terpaksa beristirahat di bahu jalan.
Mikael Niman / CAH Kamis, 27 Juni 2019 | 08:12 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk melihat pola perjalanan pemudik yang berbeda pada tahun ini. Pada hari pertama dan kedua Hari Raya Lebaran 2019 (5-6 Juni 2019) arus lalu lintas (lalin) masih menunjukan kecenderungan perjalanan mudik ke arah Timur. Ini merupakan salah satu catatan penting dalam evaluasi pelaksanaan mudik dan balik Lebaran tahun ini.

"Sehingga jika H+1 dan H+2 masih dianggap sebagai lalu lintas mudik maka total volume lalu lintas mudik atau meninggalkan Jakarta pada H-7 hingga H+2 adalah sebesar 1,6 juta kendaraan, naik 4 persen dari tahun 2018 atau naik 33 persen dari lalin harian rata-rata (LHR) normal," kata Operation Management Group Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Fitri Wiyanti, Rabu (26/6/2019).

Beberapa catatan penting lainnya selama penyelanggaraan arus mudik dan balik Lebaran 2019, lanjut Fitri, antara lain puncak arus mudik terjadi pada tanggal 1 Juni 2019 (H-4) dengan catatan total volume lalu lintas mudik atau meninggalkan Jakarta pada periode H-7 hingga H-1 Lebaran adalah sebesar 1,2 juta kendaraan, naik 1,6% dari Tahun 2018 atau naik 27% dari lalu lintas harian rata-rata (LHR) normal.

‎Selain itu, Jasa Marga mencatat volume lalu lintas arus balik Lebaran 2019 pada periode H+1 hingga H+7 adalah sebesar 1,4 juta kendaraan. Angka ini naik 6,8 persen dari tahun 2018 atau naik 52 persen dari LHR normal.

"Mayoritas tujuan yang menggambarkan wilayah favorit para pemudik adalah Jawa Tengah ATAU Surakarta, baik dari Timur ke Barat maupun sebaliknya," tuturnya.

Hal ini, dapat dilihat dari pergerakan lalu lintas dari Barat ke Timur yang melewati GT Banyumanik adalah sebesar 67 persen dari lalu lintas GT Cikampek Utama dan pergerakan lalu lintas dari Timur ke Barat adalah sebesar 88,7 persen dari lalu lintas GT Waru Gunung.



Sumber: Suara Pembaruan