Pengguna Narkoba di Bengkulu Terbanyak Usia Produktif

Pengguna Narkoba di Bengkulu Terbanyak Usia Produktif
Indonesia darurat narkoba. ( Foto: Antara )
Usmin / LES Kamis, 27 Juni 2019 | 12:04 WIB

Bengkulu, Beritasatu.com - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bengkulu, Brigjen Pol Agus Riansyah, Rabu (26/6/2019) mengungkapkan, korban penyalahgunaan (pengguna) narkoba di daerah ini tercatat sebanyak 24.114 orang atau 1,68%. Dari jumlah tersebut pengguna terbanyak di kalangan pekerja atau usia produktif.

Sedangkan di kalangan pelajar dan mahasiswa jumlahnya masih sedikit. Meski demikian, BNN Bengkulu, tetap meningkatkan sosialisasi bahaya narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa yang ada di daerah ini. Sebab, mereka merupakan generasi calon penerus bangsa dimasa mendatang. "Jadi, mereka harus dicegah agar tidak terjebak dalam penyalahgunaan narkotika baik jenis sabu maupun sabu. Sebab, jika mereka sempat menggunakan narkoba maka masa depan mereka akan habis alias sirna," ujar Agus Riansyah.

Untuk menekan angka korban penyalahgunaan narkoba di Bengkulu, Kepala BNN Bengkulu mengatakan, pihaknya akan terus menerus melakukan edukasi dan pembinaan kepada masyarakat akan bahaya narkoba. "Edukasi dan sosialisasi bahanya narkoba yang dilaksanakan BNN Bengkulu, akan menyasar semua lapisan masyarakat daerah ini, termasuk kalangan pelajar dan mahasiswa, serta pekerja atau usia produktif," ujarnya.

Dengan gencarnya dilaksanakan edukasi dan sosialisasi bahaya narkoba di masyarakat diharapkan, pengguna barang haram ini di Bengkulu dapat dikendalikan, sehingga jumlahnya ke depan tindak meningkat secara signifikan.

Agus mengharapkan, dukungan dan partisipasi masyarakat Bengkulu dalam rangka memberantas penyalahgunaan narkoba di daerah ini. Sebab, membasmi penggunaan narkoba tidak hanya tanggung jawab polisi dan BNN saja, tapi semua pihak di Bengkulu juga diharapka dapat berperan memerangi kasus narkoba di daerah ini.

Generasi Milenial
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Bengkulu, Nopian Agusti mengimbau masyarakat, termasuk generasi milenial untuk menjauhi berbagai jenis narkoba dan sejenisnya, karena barang haram tersebut akan merusak masa depen generasi muda.

"Saya mengimbau kalangan milenial di Bengkulu, untuk menjauhi narkoba dan sejenisnya karena barang haram ini dapat merusak masa depan generasi muda," kata Nopian Andusti pada acara memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) dan Hari Anti Narkotika Tahun 2019 di Bengkulu, Rabu.

Ia mengatakan, peran keluarga sangat penting dan berharga dalam menciptakan generasi hebat yang bebas dari penyalahgunaan narkotika. Generasi muda hidup tanpa narkoba masa depannya akanb baik.

Peringatan Harganas dan Hari Anti Narkotika tahun 2019 dilaksanakan secara serentak di Tanah Air, termasuk di Bengkulu, karena keduanya memiliki keterkaitan dalam pemberantasan penyalahgunaan narkotika. Sekarang ini, kata Sekda Pemprov Bengkulu peredaran narkotika tengah marak di Tanah Air, termasuk di daerah ini. Karena itu, peran keluarga sangat penting agar menjauhkan anaknya dari penggunaan narkotika.

"Membentuk karakter anak dimulai dari keluarga. Komunikasi yang baik dalam keluarga sangat bagus bagi perkembangan anak ke depan, serta anak dapat terhindar dari penyalahgunaan narkotika," ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan