Gang Dolly Disiapkan sebagai Kawasan Wisata di Surabaya

Gang Dolly Disiapkan sebagai Kawasan Wisata di Surabaya
Ketua Hipmi BPC Kota Surabaya Muhammad Lutfi (kiri) saat pelantikan pengurus BPC Hipmi Kota Surabaya periode 2019-2022 di Hotel Shangri-La Surabaya, Kamis (27/6/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Amrozi Amenan )
Amrozi Amenan / FER Jumat, 28 Juni 2019 | 00:20 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Badan Pengurus Cabang (BPC) Surabaya akan berkolaborasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk menata kembali Gang Dolly sebagai salah satu obyek wisata di Surabaya.

Ketua Hipmi BPC Surabaya, Muhammad Lutfi, mengatakan, kolaborasi dengan Pemkot Surabaya dalam penataan Gang Dolly itu merupakan salah satu program kepengurusan Hipmi BPC Surabaya yang baru.

"Hipmi dan Pemkot Surabaya akan bersama-sama melakukan perencanaan satu kawasan wisata di Dolly yang nantinya akan menjadi salah obyek wisata di Surabaya. Kita masih akan diskusikan bersama modelnya seperti apa," kata Lutfi usai pelantikan pengurus BPC Hipmi Kota Surabaya periode 2019 -2022 di Shangri-La Surabaya, Kamis (27/6/2019).

Selain Gang Dolly, menurut Lutfi, kawasan lain yang menjadi target perencanaan pengembangan obyek wisata antara Hipmi bersama Pemkot Surabaya adalah Kya Kya Surabaya di jalan Kembang Jepun.

"Kami dan Pemkot Surabaya ingin Kya-Kya juga dikembangkan menjadi obyek wisata yang memiliki daya tarik tersendiri,” imbuh Lutfi.

Kya-Kya Surabaya dulunya ramai sebagai pasar malam di kawasan pecinan kota Surabaya. Sepanjang jalan ini, terdapat kios-kios yang menjual berbagai macam makanan baik masakan Tionghoa, makanan khas Surabaya maupun makanan lainnya. Kata kya-kya diambil dari salah satu dialek bahasa Tionghoa yang berarti jalan-jalan.

Sejak dulu, Kembang Jepun adalah kawasan bisnis dan pusat kota Surabaya. Kawasan ini mempunyai sejarah panjang, sepanjang perjalanan Kota Surabaya. Perjalanannya penuh dengan rona-rona, sesuai warna yang dilukiskan zamannya. Sejak zaman Sriwijaya, kawasan di sekitar Kembang Jepun menjadi tempat bermacam bangsa tinggal.

Banyak pedagang asing yang menambatkan kapal-kapalnya di lokasi dimana kemudian menjadi Kota Surabaya. Di situ pulalah, perjalanan sejarah menorehkan garis membujur dari timur ke barat kota. Tegak lurus dengan Kalimas, jalan ini juga menjadi ikon Kota Surabaya yang silih berganti tampil membawa perannya.

"Berangkat dari nilai-nilai sejarah inilah kita akan kembangkan Kya-Kya sebagai salah satu tujuan wisata di Surabaya,” pungkas Lutfi.



Sumber: Investor Daily