Menristekdikti Apresiasi Kuliah Berbasis Digital 3D di FK UPH

Menristekdikti Apresiasi Kuliah Berbasis Digital 3D di FK UPH
Dekan Fakultas Kedokteran UPH Prof. Eka Julianta Wahjoepramono memberikan penjelasan materi kehebatan otak manusia dan penyakit yang mengancam saat Nonton Bareng Film Pendidikan Kehebatan Otak Manusia dan Penyakit yang Mengancam yang digelar oleh Fakultas Kedokteran UPH di Cinemaxx The Plaza Semanggi, Jakarta, Jumat 28 Juni 2019. ( Foto: BeritaSatu Photo / Emral Firdiansyah )
Maria Fatima Bona / HA Sabtu, 29 Juni 2019 | 00:48 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengapresiasi inovasi pembelajaran yang diterapkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan (FK UP) yang menyelenggarakan kuliah digital berbasis tiga dimensi (3D).

Menurut Nasir, sudah saatnya perguruan tinggi memanfaatkan teknologi era 4.0 ini. Dalam hal ini, dosen harus mampu berkreasi untuk menyajikan materi yang menarik dengan metode yang tidak biasa, salah satunya dengan 3D yang diterapkan FK UPH.

“Kuliah akan jauh lebih baik mengunakan alat pendukung seperti film atau lainnya daripada kuliah dengan dosen menjelaskan di kelas secara monoton, karena semua bahan sudah ada di internet," kata Nasir usai mengikuti Kuliah 3D Cinema dengan topik ”Eksplorasi Kehebatan Otak Manusia Dan Penyakit Yang Mengancam” yang disampaikan oleh Prof Eka Wahjoepramono di Cinemaxx Plaza Semanggi, Jakarta, Jumat (28/6/2019).

"Kuliah digital seperti ini tidak hanya untuk bidang kesehatan, tapi bisa juga untuk bidang lain seperti teknik atau bidang perminyakan hingga bidang sosial. Jadi satu dosen bisa mengajar 1.000 mahasiswa. Sehingga ke depan yang kita kembangkan bukan membangun gedung tetapi meningkatkan inovasi untuk mendukung kuliah digital seperti apa yang dilakukan Prof Eka dan UPH ini layak diapresiasi dan semoga sukses."

Nasir menambahkan kalau metode kuliah ini bisa dilakukan di seluruh Indonesia, maka semua orang bisa menikmati pendidikan yang berkualitas.

"Semoga melalui pengajaran video bisa menjadi salah satu contoh yang bisa dikembangkan ke depan,” kata Nasir.

Menurutnya, cara baru pembelajaran dengan mengedepankan teknologi memang sangat penting. Oleh karena itu, ia mendorong perguruan tinggi lain mencontohkan hal baik yang telah dipelopori oleh FK UPH agar materi yang sama ini dapat dimanfaatkan semua mahasiswa kapan saja dan di mana saja melalui virtual realty ataupun artificial intelegence.

“Dengan demikian tidak menutup kemungkinan, metode pembelajaran seperti ini proses pembelajaran bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Sehingga terwujudnya sistem pembelajaran classroomless bahkan borderless,” imbuhnya.

Mantan rektor Unveristas Diponegoro (Undip) ini juga mengatakan kuliah digital mendukung pendidikan jarak jauh (PJJ) yang menjadi salah satu fokus Kemristekdikti untuk meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi serta memberikan pemerataan pendidikan kepada anak bangsa di seluruh Tanah Air.

Oleh karena itu, Nasir juga mendorong perguruan tinggi melakukan kolaborasi untuk peningkatan teknologi, karena ia memahami salah satu kendala yang dihadapi perguruan tinggi saat ini adalah mahalnya peralatan yang dibutuhkan untuk menunjang sistem pembelajaran.

Dalam kesempatan yang sama Rektor UPH Jonathan L. Parapak mengatakan, selain FK, UPH juga telah mengembangkan PJJ untuk Fakultas Komunikasi dan akan mengembangkan PJJ untuk fakultas lainnya. Menurut dia, skema PJJ ini mendorong kolaborasi antarperguruan tinggi karena sangat efektif dapat menjangkau semua mahasiswa.

Selain itu, Parapak menuturkan, sudah saatnya perguruan tinggi beralih memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari inovasi pendidikan.

“Seperti yang terjadi tadi ya. Satu setengah jam tidak terasa. Kemajuan teknologi memang harus dimanfaatkan perguruan tinggi,” ujarnya.

Chairman dan pendiri Lippo Group Mochtar Riady mendukung penuh semangat Menristekdikti menawarkan perubahan pada perguruan tinggi dengan mengembangkan PPJ. Oleh karena itu, dia berharap agar semakin banyak pejabat pemerintah yang berpikir inovatif seperti Nasir.

“Saya hanya merasa kalau kabinet akan datang lebih banyak seperti Pak Menteri ini menjadi satu kebahagian pada negara kita,” kata Mochtar.

Kehebatan Otak Manusia
Dekan FK UPH Prof Eka Wahjoepramono mengatakan telah menangani berbagai penyebab dan beragam jenis penyakit yang menyebabkan kerusakan otak. Oleh karena itu, Eka menegaskan time is brain artinya jangan sampai terlambat, mengatasi terjadinya permasalahan yang ada di otak, contohnya stroke.

Eka menjelaskan, otak memiliki dua sistem yang menakjubkan. Pertama brain plasticity atau kemampuan otak untuk re-organisasi setelah mengalami cedera atau setelah mengalami sakit. Kedua adalah blood brain barrier, kemampuan otak untuk menghadang racun atau obat yang berbahaya agar tidak masuk ke otak.

Dalam hal ini, untuk melakukan pembedahan otak, tentu harus mengunakan teknologi dan peralatan yang lengkap. Maka, Eka dalam berbagai pengelaman melakukan teknik bedah saraf mengunakan video 3D.

Perlu diketahui, paparan bedah saraf mengunakan 3D cinema ini pertama kali dilakukan pada 1996 saat konferensi internasional di Cinema. Eka menuturkan, kala itu, skema tersebut menjadi pertama kali di dunia yang dihadiri oleh 500 pakar dunia dan hingga saat ini menjadi pertama kali di Asia Tenggara. Di Indonesia, UPH menjadi satu-satunya yang memiliki teknologi tersebut.

Eka menuturkan, melalui skema 3D, para peserta seakan-akan menyaksikan secara langsung proses bedah saraf tersebut. Ketika diaplikasikan dalam pembelajaran, hal ini menjadi salah satu cara untuk mendorong mahasiswa kedokteran melakukan inovasi untuk bidang kesehatan di bagian lainnnya.

“Ini belum dipakai di mana-mana, dan skema ini lebih memudahkan dunia kedokteran untuk memahami daripada ceramah. Dengan 3D ini, pemirsa ( mahasiswa - red) mengerti, sama persis seperti mengikuti saya lakukan operasi,” ujarnya.

Menurut dia, ilmu kedokteran di Indonesia dapat mengejar ketertinggalan dengan memanfaatkan teknologi. Eka menuturkan, paparan yang ia sampaikan dengan 3D ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan pengetahuan, tetapi untuk memberi stimulus bagi para mahasiswa dapat mandiri untuk lebih mengeksplorasi otak dan mampu menjadi dokter yang berkualitas.

Kuliah umum ini dihadiri juga oleh Komisaris Siloam Hospitals Theo Sambuaga, Kepala LIPI Laksana Tri Handoko, Deputi Chairman and Senior Advisor Lippo Grup Ginanjar Kartasasmita, Dirjen Risbang Kemristekdikti, serta perwakilan mahasiswa FK dari berbagai perguruan tinggi.



Sumber: BeritaSatu.com