Operasi Pekat Kapuas 2019

Polda Kalbar Amankan 1.687 Tersangka

Polda Kalbar Amankan 1.687 Tersangka
Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono memperlihatkan para tersangka yang berhasil diamankan dalam Operasi Pekat Kapuas di Mapolda Kalbar, Jumat (28/6/2019). ( Foto: Sahat Oloan Saragih )
Sahat Oloan Saragih / RSAT Sabtu, 29 Juni 2019 | 09:32 WIB

Pontianak, Beritasatu.com  – Jajaran kepolisian Kalimantan Barat (Kalbar) berhasil mengamankan 1.687 pelaku kejahatan selama 11 hari pelaksanaan Operasi Pekat Kapuas. Dari jumlah itu 443 orang ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani sidik dan tipiring, sedangkan 1.244 orang lainnya akan dilakukan pembinaan.

Hal itu dikatakan Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono saat jumpa pers pengungkapan kasus Operasi Pekat Kapuas di Mapolda Kalbar, Jumat (28/7/2019).

Kapolda Didi Haryono mengatakan, operasi ini digelar untuk menjaga ketertiban masyarakat dan menindak pelaku kejahatan seperti para pelaku perjudian, minuman keras (miras), narkoba, premanisme dan prostitusi. Terhadap pelaku yang diamankan selain dilakukan penegakan hukum juga dilakukan pembinaan.

Menurut Kapolda, operasi Pekat ini akan dilaksanakan selama 14 hari, mulai 17 Juni 2019 hingga 30 Juni 2019. Selama 11 hari operasi atau hingga 27 Juni 2019, pihaknya berhasil mengamankan 1.687 tersangka dari 1.528 kasus. Saat ini para tersangka diamankan di Mapolda Kalbar dan di Mapolres beserta berbagai barang bukti yang berhasil diamankan.

“Sebanyak 1.528 kasus yang berhasil diungkap terdiri dari narkoba 105 kasus, senjata api dan tajam 60 kasus, prostitusi 516 kasus, premanisme 1.032 kasus, perjudian 92 kasus, miras 367 kasus, petasan 39 kasus,” ujar Didi Haryono.

Sedangkan barang bukti yang disita antara lain, sabu 308 paket dan 119,48 gram, ekstasi dan inex 85 butir, ribuan botol miras berbagai jenis, 12 dandang (untuk membuat minuman keras), 111 unit handphone. Selain itu turut juga diamankan 116 set kartu judi, sajam 55 bilah, senjata api rakitan 13 buah, uang Rp 332.774.900.

Kapolda mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga lingkungan masing-masing dan tidak melakukan perbuatan-perbuatan seperti minuman keras, prostitusi, perjudian, narkoba dan lainnya karena tidak hanya mengganggu ketertiban dan kenyamanan tetapi juga bisa merusak diri sendiri.

Selain itu juga tidak menjual atau mengkonsumsi minuman keras karena dapat merusak kesehatan bahkan menyebabkan kematian.

“Bila menemukan pelaku penyakit masyarakat apalagi yang mengarah pada tindak pidana jangan segan melaporkan kepada kepolisian atau aparat terdekat, sehingga cepat ditangani,” pungkas Didi Haryono.

 



Sumber: Suara Pembaruan