Menteri Susi Lepas Ribuan Mahasiswa KKN UGM

Menteri Susi Lepas Ribuan Mahasiswa KKN UGM
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, melepas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, di Lapangan Grha Sabha Pramana UGM, Yogyakarta, 28 Juni 2019. ( Foto: Istimewa )
Fuska Sani Evani / JAS Sabtu, 29 Juni 2019 | 10:39 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti melepas ribuan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) di 32 provinsi Indonesia, Jum’at (28/6/2019) sore di Lapangan Grha Sabha Pramana UGM.

Menurut Susi, Indonesia merupakan negara dengan garis pantai panjang nomor dua di dunia. Negara kepulauan dengan 17.504 pulau dan 101 pulau terluar. Kendati begitu, potensi maritim perikanan dan seluruh potensi ekonomi kelautan tanah air belum sepenuhnya memberikan kesejahteraan bagi bangsa.

Dikatakan, perikanan Indonesia bahkan tidak masuk tiga besar di Asia Tenggara. Karenanya Presiden Jokowi memiliki misi menjadikan laut sebagai masa depan bangsa dan membuat undang-undang yang luar biasa untuk tidak mengampuni pencuri di laut yakni dengan ditenggelamkan.

Dengan berbagai kebijakan yang dibuat tersebut, ujar Susi, pertumbuhan stok ikan mampu naik dua kali lipat, nilai tukar nelayan naik 10 kali lipat, dan nilai usaha perikanan mencapai 24 persen serta ekspor perikanan naik di atas rata-rata GDP. Sementara neraca perdagangan perikanan berada di posisi pertama se-Asia Tenggara.

Tidak hanya potensi perikanan dan kelautan yang besar, Indonesia juga memiliki bonus demografi. Menurut Susi, bonus demografi harus dikelola dengan baik sehingga tidak menjadi bencana.

“KKN akan menjadi satu aktivitas yang dibutuhkan oleh pertumbuhan populasi untuk mendidik, memberikan pemberdayaan, sharing ilmu ter-update terutama tentang situasi saat ini. Memberikan ilmu dari universitas,” tuturnya.

Menteri Susi pun mengapresiasi kegiatan KKN UGM yang melibatkan mahasiswa dari berbagai disiplin keilmuan. Pelibatan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu itu dipandang penting sebab tanpa sinergi antar bidang tidak akan terwujud kegiatan yang komplet.

Banyak nelayan yang berada di wilayah terluar Indonesia memerlukan sentuhan pengetahuan praktikal yang belum mereka peroleh. Mulai dari cara menangkap, mengawetkan, menyimpan, serta mengelola hasil perikanan yang benar.

“Kalau semua bidang bersinergi, saya yakin pengembangan Indonesia akan lebih cepat dan memberi pemberdayaan. Sekarang ini bagaimana meratakan kapasitas bangsa karena sangat timpang antara kota besar dan daerah,” ujar Susi.

Kepada mahasiswa, Susi berpesan agar KKN dijadikan sarana pembinaan masyarakat nelayan agar tidak melakukan praktik penangkapan ikan yang bisa merusak kelestarian sumber daya laut. Sebab saat ini masih dijumpai di beberapa daerah yang masyarakatnya menggunakan metode bius dan bom untuk menangkap ikan.

Penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan dapat merusak terumbu karang sehingga menyebabkan sumber daya ikan semakin menurun.

“Harapannya adik-adik bisa membawa filosofi keberlanjutan kepada masyarakat. Jangan hanya traveling, jalan-jalan dipantai saja, tetapi harus sadarkan masyarakat kalau laut adalah sumber pangan,” pesannya.

Susi kembali menekankan melalui kegiatan KKN ini nantinya para mahasiswa dapat berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas dan kapabilitas masyarakat. Selain itu juga bisa berkomunikasi dan menyatu dengan masyarakat untuk membangun bangsa yang lebih maju dan bersatu.

Sementara Rektor UGM, Panut Mulyono menyampaikan, dalam program KKN UGM periode antarsemester 2019 bertema “KKN-PPM UGM Mengabdi Untuk Indonesia, Menginspirasi Dunia” ini diikuti sebanyak 5.360 mahasiswa yang berasal dari 18 fakultas dan sekolah vokasi. Para mahasiswa tersebut disebar ke 107/kabupaten kota di 32 provinsi Indonesia. Mereka akan menjalankan program KKN selama 49 hari antara 28 Juni-18 Agustus 2019.

“Dengan potensi besar mahasiswa peserta KKN PPM ini tentunya tidaklah sulit untuk dapat menghilirisasi hasil-hasil penelitian dan penemuan teknologi-teknologi sederhana melalui program KKN,”katanya.

Program yang dilaksanakan dalam kegiatan KKN menyinergikan visi misi UGM dan sasaran pencapaian SDGs pemda serta menggandeng mitra untuk pencapaian tujuan bersama. Salah satunya dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang akan mengimplementasikan SDGs di tujuh lokasi KKN yang bermitra dengan KKP.

Beberapa lokasi KKN yang menggarap potensi kelautan dan perikanan antara lain di Kabupaten Pangkajene, Kepulauan Natuna, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Sabang, Karimunjawa, Pulau Sebatik, dan Pantai Pesisir Jawa,” paparnya.

Panut menyebutkan dari 186 lokasi KKN-UGM, terdapat 51 lokasi KKN yang berada di wilayah pesisir pantai dan kepulauan. Dengan demikian, dari 5.360 mahasiswa KKN UGM, 27 persen di antaranya yakni 1.447 mahasiswa melakukan kegiatan di sektor kelautan dan perikanan serta pemberdayaan masyarakat di sekitar pantai.

Berbagai terobosan telah dilakukan pemerintah melalui KKP untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Panut mengungkapkan bahwa UGM ingin menjadi bagian dari proses kemajuan itu. Salah satunya lewat program KKN dengan membangun kawasan pesisir dan membangun Indonesia dari pinggiran. 



Sumber: BeritaSatu.com