Gelar Halalbihalal, Majelis Wali Amanat UI Minta Sivitas Akademika dan Alumni Bersinergi Lebih Kuat

Gelar Halalbihalal, Majelis Wali Amanat UI Minta Sivitas Akademika dan Alumni Bersinergi Lebih Kuat
Majelis Wali Amanat UI Saleh Husin saat silaturahim peringati Idul Fitri 1440H bersama jajaran sivitas akademika UI di Jakarta, Sabtu (29/6). ( Foto: istimewa )
Yustinus Paat / WM Minggu, 30 Juni 2019 | 23:41 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia Saleh Husin mengatakan halalbihalal sivitas akademika menjadi kesempatan untuk mengawali sinergi yang semakin kuat. Hal ini disampaikan saat bersilaturahim memperingati Idul Fitri 1440H bersama jajaran sivitas akademika, di Jakarta, Sabtu (29/6/2019).

"Atas nama MWA, saya menysukuri momentum ini karena kami dapat berkumpul, dan kembali saling mengingatkan agar UI beserta seluruh potensi yang dimiliki, termasuk barisan para alumninya, dapat bersinergi menyukseskan agenda besar pemilihan rektor, yang di kemudian hari akan mempengaruhi posisi dan peran UI sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka, dalam menjawab tantangan global," ujar Saleh Husein.

Dalam kesempatan yang dihadiri pula Rektor UI, Muhammad Anis, jajaran Wakil Rektor, para Dekan, Ketua Ikatan Alumni UI, Arief Budhy Santoso, berikut para anggota Iluni, Saleh menyampaikan pihaknya telah menugaskan Panitia Khusus Pemilihan Rektor yang akan menjaring 20 orang kandidat dari para pendaftar yang masuk. Sementara Panita Khusus Kebijakan Umum, tengah merumuskan arah dan kebijakan UI ke depan.

"Agar rektor terpilih dan jajarannya nanti dapat melanjutkan dan mempertajam langkah serta capaian yang ditorehkan oleh rektor terdahulu. Khususnya guna mengantarkan UI menjadi satu dari 200 perguruan tinggi terbaik dunia. Tidak ringan, mengingat di Asia Tenggara saja, UI masih berada di ranking ke-9," jelas Saleh.

Menteri Perindustrian periode 2014-2016 ini mengingatkan supaya tujuan tersebut tidak saja menjadi fokus sivitas akademika semata, namun juga para alumni. Menurut dia, UI yang semakin baik adalah adalah UI yang kehadiran serta perannya dirasakan seluruh bangsa Indonesia, bukan kelompok, golongan tertentu, atau alumninya saja.

"Bagaimana mengelola kekayaan alam negeri ini secara berkelanjutan dan berkeadilan, contohnya upaya mendorong sektor kelapa sawit, pulp dan kertas, kakao, perikanan, atau sektor mineral seperti nikel, bauksit, dan juga jasa pariwisata beserta industri kreatif sebagai menjadi motor penggerak kesejahteraan bangsa. Ini membutuhkan kerja bersama, terlebih lagi UI yang memposisikan diri selaku agen perubahan dalam pembangunan peradaban bangsa," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com