Menjadikan Danau Sipin Destinasi Wisata Berbasis Ekonomi Rakyat

Menjadikan Danau Sipin Destinasi Wisata Berbasis Ekonomi Rakyat
Perahu tradisional hias yang diperlombakan di objek wisata Danau Sipin, Kota Jambi, Minggu, 20 Juni 2019. Lomba perahu hias tersebut, baru pertama kali digelar sebagai salah satu upaya mengangkat pamor objek wisata Danau Sipin. ( Foto: Suara Pembaruan / Radesman Saragih )
Radesman Saragih / JEM Senin, 1 Juli 2019 | 14:49 WIB

Jambi, Beritasatu.com - Kota Jambi sebagai pusat ibukota Provinsi Jambi masih tergolong minim destinasi wisata yang merakyat dan layak dijual secara nasional. Kota yang kini berusia 618 tahun tersebut hanya memiliki dua destinasi wisata yang sifatnya merakyat, yakni Taman Rimba (Kebun Binatang) dan Taman Tanggo Rajo atau “Ancol” Jambi di tepi Sungai Batanghari.

Kedua destinasi wisata tersebut secara kualitas belum mampu menjadi magnet wisata nasional di Jambi dibanding objek wisata Danau Kerinci di Kabupaten Kerinci atau situs purbakala Candi Muarojambi di Kabupaten Muarojambi.

Menyikapi minimnya destinasi wisata merakyat dan berkualitas nasional itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi dan Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi kini berusaha menata kawasan wisata Danau Sipin, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi menjadi destinasi wisata andalan baru.

Setelah membangun turap (tanggul pengaman), jogging track (arena olahraga jalan kaki) dan berbagai fasilitas wisata di kawasan Danu Sipin, Pemprov Jambi dan Pemkot Jambi untuk pertama kalinya menggelar event wisata lomba perahu atau sampan tradisional dan sampan hias di danau yang memiliki luas 42 hektare (ha) tersebut, Minggu (30/6/2019). Lomba perahu tradisional dan hias perdana di Danau Sipin tersebut digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Pemkota Jambi dan HUT ke-618 Kota Jambi.

Selain itu, pada 24 – 28 Juli 2019 digelar juga Kejuaraan Nasional Dayung Tingkat Pelajar di Danau Sipin. Kejurnas dayung pelajar tersebut direncanakan diikuti sekitar 161 pedayung nasional dari 25 pusat pelatihan dayung pelajar seluruh Indonesia.

Angkat Pamor

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Jambi, HM Dianto pada lomba perahu tradisional dan hias di Danau Sipin, Kota Jambi, Minggu (30/6) mengatakan, penataan objek wisata Danau Sipin terus dilakukan untuk menambah destinasi wisata sekaligus mengangkat pamor pariwisata Kota Jambi.

“Selama ini pariwisata Kota Jambi masih kalah pamor dibandingkan pariwisata Kabupaten Kerinci dan Muarojambi. Padahal Kota Jambi merupakan pusat ibukota Provinsi Jambi sekaligu pintu gerbang wisatawan masuk ke Jambi. Karena itu potensi wisata di Kota Jambi harus terus dibangun dan ditata secara professional untuk menarik minat wisatawan ke Kota Jambi,”ujarnya.

Menurut HM Dianto, penataan sarana dan prasarana wisata, penyelenggaraan event wisata dan pelestarian lingkungan Danau Sipin perlu terus ditingkatkan. Dengan demikian Danau Sipin akan semakin dilirik wisatawan. Peningkatan kinjungan wisatawan ke Danau Sipin tentunya juga akan mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar.

“Pengamatan saya di lapangan, berjubelnya pengunjung menyaksikan lomba perahu tradisional dan hias di Danau Sipin hari ini (Minggu, 30/6/2019) memberikan rezeki kepada para pedagang kecil. Jika Danau Sipin ramai terus, tentunya para pedagang kecil di sekitar Danau Sipin semakin sejahtera,”katanya.

Uji Coba

Sebelumnya, Wali Kota Jambi Syarif Fasha pada kesempatan tersebut mengatakan, lomba pacu perahu atau sampan tradisional dan sampan hias di Danau Sipin yang pertama kali dilakukan tersebut baru tahap uji coba. Uji coba lomba perahu tradisional dan perahu hias tersebut ternyata mendapat sambutan luas dari masyarakat Kota Jambi.

Hal tersebut nampak dari banyaknya peserta yang mengikuti lomba. Lomba perahu tradisional tersebut diikuti 36 tim dayung tradisional dan 18 tim dayung sampan (ketek) hias. Ribuan pengunjung juga antusias menyaksikan lomba perahu tradisional dan hias tersebut.

"Melalui lomba perahu ini kami membuktikan bahwa Danau Sipin memiliki potensi esar dijadikan sebagai kawasan ekonomi wisata dan kawasan wisata air di Kota Jambi. Selama ini lomba perahu tradisional hanya dilakukan di Sungai Batanghari. Baru pertama kali ini lomba perahu dilakukan di Danau Sipin,”katanya.

Guna menjadikan Danau Sipin menjadi destinasi wisata andalan Kota Jambi, lanjut Syarif Fasha, kelestarian lingkungan danau tersebut harus dijaga. Masyarakat di sekitar Danau Sipin dan juga para pengunjung, diharapkan tidak membuang sampah ke Danau Sipin.

“Kemudian warga dan pengunjung juga diharapkan tidak menebang pohon-pohon di sekitar Danau Sipin. Pohon penghijauan yang baru ditanam di kawasan Danau Sipin juga banyak. Masyarakat dan pengunjung jangan merusah pohon tersebut agar penghijauan Danau Sipin tidak gagal lagi,”katanya.



Sumber: Suara Pembaruan