Pemboran Sumur Minyak Peninggalan Belanda Berlanjut

Pemboran Sumur Minyak Peninggalan Belanda Berlanjut
Pemboran sumur minyak BNG-BBE 01 di Desa Prantaan Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mulai dilakukan. ( Foto: Beritasatu TV )
Aichi Halik / AHL Senin, 1 Juli 2019 | 21:21 WIB

Blora, Beritasatu.com - Pemboran sumur minyak BNG-BBE 01 di Desa Prantaan Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mulai dilakukan.

Di tempat itu terdapat sekira 33 sumur peninggalan Belanda dan lima sumur yang dibor oleh Pertamina.

Proyek pemboran ini atas Kerja Sama Operasi (KSO) Pertamina EP-PT Banyubang Blora Energi (PEP-BBE)

Koordinator HSSE KSO PEP-PT BBE, Sugiharto, mengatakan bahwa kedalaman akhir pemboran itu hanya pada angka 765 meter dibawah permukaan tanah.

"Saat ini kita sedang melakukan drilling korporasi pada kedalaman 671 meter dimana nanti batas kedalaman sudah ditentukan di kedalaman 765 meter," kata Sugiharto di lokasi pengeboran sumur minyak, Blora, Minggu (30/6/2019).

Menurut Sugiharto, jumlah kandungan minyak sebuah sumur baru akan diketahui setelah batas akhir pengeboran.

"Dari hasil pemboran ini akan diketahui berapa kandungan minyak yang dihasilkan oleh sumur di BNG-BBE 01. Saat ini baru ada satu sumur," ujar Sugiharto.

Dia berharap, sumur yang dibor ini nantinya bisa mengahasilkan minyak. Pasalnya, sifat sumur ini adalah penentu untuk melakukan pekerjaan selanjutnya.

"Pada pemboran sumur baru ini, kita menargetkan bisa menghasilkan minyak 300 Barel Oil Per Day (BOPD)," ungkap Sugiharto.

Sugiharto mengatakan, untuk program kerja BBE dalam proyek pemboran itu diestimasikan selama 20 hari kerja.



Sumber: BeritaSatu TV