Denny JA: Pertikaian Politik Akan Terus Berlanjut hingga 2024
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Denny JA: Pertikaian Politik Akan Terus Berlanjut hingga 2024

Selasa, 2 Juli 2019 | 16:54 WIB
Oleh : YS

Jakarta, Beritasatu.com – Konsultan politik Denny JA menilai, pertikaian politik akan terus berlanjut hingga Pilpres 2024 mendatang.

“Pilpres 2019 sudah selesai. Putusan Mahkamah Konstitusi sudah final. Penetapan KPU sudah menutup pintu gerbang. Tapi, pertikaian politik akan terus berlanjut, saling kritik, saling menghujat, akan tetap mewarnai ruang publik kita hingga Pilpres 2024 nanti,” ujar Denny JA dalam sambutannya seusai menerima penghargaan The Legend Award di Jakarta, Selasa (2/7/2019).

Penghargaan itu diserahkan Pendiri Lembaga Prestasi Rekor Indonesia Dunia (Leprid) Paulus Pangka kepada Denny JA bersama lembaganya, LSI Denny JA karena empat kali berturut-turut ikut memenangkan Pemilu Presiden (2004, 2009, 2014, dan 2019).

Denny mengatakan, situasi perpecahan yang kita alami kini tak akan mereda. Sebab, di balik pertikaian kelompok politik itu, ada elemen pertikaian ideologis. Ada perbedaan soal mimpi Indonesia masa depan. Ada posisi yang berseberangan soal paham kenegaraan.

Menurut dia ada empat kelompok ideologi yang ikut bertikai dalam Pilpres 2019. Seandainyapun terjadi koalisi antara Jokowi dan Prabowo, pertarungan empat ideologi itu akan terus berjalan. Pertarungan ideologi hanya berhenti jika ideologi itu kehilangan pengikutnya dalam jumlah yang signifikan.

Ia menjelaskan, ada empat ideologi yang kini hidup dalam ruang publik Indonesia, pertama, ideologi politik reformasi. Paham ini mulai dibawa oleh Presiden Habibie ketika ia menjadi presiden pertama era reformasi. Lalu dilanjutkan Gus Dur, Megawati, SBY, dan sekarang Jokowi.

“Paham politik reformasi itu adalah varian demokrasi yang khas Indonesia. Ada kebebasan politik di sana. Berbeda dengan Orde Baru ataupun Orde Lama. Ada kebebasan ekonomi. Semua warga negara punya hak yang sama, apapun agamanya,” tutur dia.
Tapi, berbeda dengan demokrasi di barat, di Indonesia memiliki Kementerian Agama. Negara memberikan peran yang lebih besar pada agama, dibanding demokrasi barat.

Ini ideologi mainstrem. PDIP ada di sini, juga Golkar. Juga kaum minoritas. Dalam Pilpres 2019, mayoritas pendukung ideologi ini ada di kubu Jokowi. Ideologi ini mendapat tantangan dari 3 ideologi lainnya.

Kedua, ideologi Islam Politik. Paham ini menginginkan syariat Islam lebih berperan di ruang publik. Bentuknya bisa macam- macam. Bisa Negara Islam. Bisa sistem khilafah. Bisa juga dengan nama NKRI bersyariah. Bagi paham ini, ideologi yang berlaku sekarang terlalu sekuler. Terlalu liberal. Terlalu memisahkan politik dari agama. Yang menonjol dalam ideologi ini adalah FPI, HTI. Kedua ormas ini berperan signifikan dalam Pilpres 2019, di belakang Prabowo.

Ketiga, ideologi “kembali ke UUD 45 Yang asli.” Paham ini tak menyetujui sistem politik ekonomi yang berlaku sekarang. Mereka menganggapnya, secara politik terlalu liberal. Secara ekonomi, terlalu memberikan ruang pada perusahaan asing.

Pelopor paham ini awalnya adalah Persatuan Purnawirawan Angkaran Darat. Di tahun 2009, tokohnya adalah Letjen Suryadi. Mantan panglima TNI Djoko Santoso juga ada di barisan ini.

Dalam Pilpres 2019, Tokoh kembali ke UUD 45 yang asli, Djoko Santoso juga berada di kubu Prabowo.

Keempat, ideologi Hak Asasi Manusia. Paham ini juga banyak mengkritik pemerintahan Jokowi karena dianggap justru karena kurang liberal. Jika Islam politik menganggap pemerintahan Jokowi terlalu liberal, pendukung hak asasi justru sebaliknya, kurang liberal.

Jokowi dianggap kurang tuntas menyelesaikan isu HAM, mulai dari kasus gerakan 65 hingga pembunuhan Munir. Tokoh ideologi ini lebih banyak dari LSM. Di tahun 2019, salah satu tokohnya memilih abstain. Harry Azhar, misalnya, ia mengkritik keras Jokowi.

“Tapi ia juga tak mau membela Prabowo yang ia anggap punya catatan hitam hak asasi manusia,” tambah dia.
Pada kesempatan itu, Denny JA menjelaskan, penghargaan itu diterima dengan dua catatan.

Pertama, adalah disclamer. Yang paling menentukan kemenangan Jokowi adalah Jokowi sendiri dan Ma’ruf Amin. Lalu tim suksesnya dan partai pendukung. “LSI hanya mengisi ruag yang kosong. Peran LSI hanyalah komplementer,” tambah dia.

Kedua, anugerah itu tak hanya untuk dirinya sendiri, tapi seluruh tim kerja LSI.

“Kerja konsultan politik adalah kerja orkestra. Peran saya hanya sebagai dirigennya sekaligus pencipta lagu,” ujar dia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: PR


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

KPK Cegah Mantan Dirut Perum Jasa Tirta II Bepergian ke Luar Negeri

KPK juga mencegah psikolog Andririni Yaktiningsasi untuk bepergian ke luar negeri. Seperti halnya Djoko, Andririni yang juga telah menyandang status tersangka.

NASIONAL | 2 Juli 2019

Terduga Teroris di Klaten Dikenal Tertutup

BT tinggal di Klaten karena mengikuti istrinya yang merupakan warga asli Klaten.

NASIONAL | 2 Juli 2019

Kuliah Kewirausahaan Pemuda di Universitas Persada Indonesia (UPI) YAI, 2 Juli 2019

Kemenpora menyelenggarakan Kuliah Kewirausahaan Pemuda bekerjasama dengan Universitas UPI YAI dan PT ASTRA INTERNATIONAL di Aula Gedung Fakultas Ilmu Komunikasi

NASIONAL | 2 Juli 2019

Indonesia Bebas dari Gelombang Panas Timur Tengah

Berdasarkan catatan historis, suhu maksimum di Indonesia belum pernah mencapai 40 derajat celcius.

NASIONAL | 2 Juli 2019

Gandeng Forum Rektor, BKKBN Tingkatkan Kualitas Penelitian

Perguruan tinggi akan memberikan rekomendasi yang independen dengan sudut pandang dari pengamat, pemerhati dan masyarakat tentang program yang dikelola BKKBN.

NASIONAL | 2 Juli 2019

Antasari Usulkan Dewan Pengawas KPK

Mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar mengatakan KPK memerlukan dewan pengawas untuk mengawasi kinerja lembaga.

NASIONAL | 2 Juli 2019

Hari Pertama Pengalihan Rute, Ada 3.700-an Penumpang di Bandara Kertajati

Soal pengoperasian rute-rute penerbangan yang dialihkan itu, Singgih memaparkan, pihaknya tidak menglami kendala.

NASIONAL | 2 Juli 2019

PPDB 2019, Ombudsman Temukan Ada Siswa Menumpang di Kartu Keluarga

“Dikhawatirkan ini jadi celah untuk pendaftaran PPDB dan terjadi indikasi dugaan maladministrasi,” terang Haneda.

NASIONAL | 2 Juli 2019

Wakil Wali Kota Bengkulu Berikan Santunan untuk Korban Kebakaran Bumi Ayu

Akibat kebakaran tersebut, warga mengalami kerugian mencapai miliaran rupiah.

NASIONAL | 2 Juli 2019

PPDB Sistem Zonasi Kurang Optimal, Gubernur Banten Konsultasi Ke Mendikbud

Wahidin juga mempertanyakan tidak adanya kriteria standar minimal dalam menerima peserta didik baru.

NASIONAL | 2 Juli 2019


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS