Mendagri: Pemkot Harus Jadi Contoh Tata Kelola Pemerintahan

Mendagri: Pemkot Harus Jadi Contoh Tata Kelola Pemerintahan
Tjahjo Kumolo. ( Foto: Antara )
Stefy Tenu / YUD Selasa, 2 Juli 2019 | 19:38 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Pemerintah kota harus menjadi contoh tentang tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik dengan pendekatan digital. Selain itu, mampu melahirkan administrasi pelayanan publik yang cepat, efisien serta mendukung investasi di wilayah perkotaan.

"Perlu disadari bersama bahwa Pemerintah Kota akan terus dihadapkan pada tantangan yang pastinya juga akan lebih besar di masa depan, diantaranya tingkat urbanisasi yang masih tetap tinggi, pembukaan lapangan kerja, penyediaan perumahan dan kebutuhan pokok yang layak, serta persoalan transportasi yg semakin kompleks," ujar
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Selasa (2/7), menanggapi Rakernas Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) yang digelar di Semarang, 2-5 Juli.

Konsekuensinya, menurut Mendagri, pemerintah kota melalui Apeksi harus terus membangun kerjasama yang baik dengan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten, agar kompleksitas permasalahan perkotaan yang terus berkembang, mampu ditangani secara sinergi.

Tjahjo mengatakan, Pemerintah memberikan apresiasi yang tinggi dan mengucapakan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kota dalam pelaksanaan Pileg dn Pilpres 2019 telah jalan dengan demokratis, aman serta mencapai tingkat partisipasi yg tinggi.

Ditegaskan, Pemerintah Kota melalui Apeksi harus terus mengawal dan mendukung pencapaian sisa sasaran pembangunan dlm RPJMN 2014-2019, agar terlaksana secara tuntas.

APEKSI juga harus berperan aktif mendorong anggotanya yang tersebar pada 93 daerah kota otonom dan 5 kota administratif, untuk segera mengambil langkah-langkah penyesuaian terhadap Rancangan RPJMN 2020-2025.

"Itu penting untuk penjabaran visi-misi Presiden dan Wapres Terpilih, ke dalam rancangan perubahan masing-masing RPJMD pemerintah kota, sehingga sinkronisasi pembangunan pusat-daerah berjalan dengan baik," ujar Tjahjo.

Menurutnya, otonomi daerah membutuhkan kreativitas dan inovasi yang berbasis kearifan lokal setiap daerah.

Dengan dukungan infrastruktur yang telah bertumbuh pesat di era Pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam 5 tahun terakhir ini, harus dimanfaatkan oleh seluruh Pemerintah Kota untuk terus berkembang melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah, sehingga otonomi daerah terus tumbuh dan berkembang dangan baik, khususnya di wilayah perkotaan se Indonesia.

"Sinergitas pemerintah kota melalui Apeksi ini, akan berdampak positif bilamana disinergikan dengan baik bersama pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten se Indonesia," tegas Tjahjo.

Tjahjo juga berharap pelayanan masyarakat di kota semakin maksimal dengan inovasi yang terus ditingkatkan. Ia juga berharap rakernas APEKSI mampu menghadirkan terobosan untuk kemajuan bangsa.

"Bahwa usia kota lambat laun semakin Tua, tetapi Wajah Kota harus semakin Muda dan Tingkat pelayanan dan inovasi harus semakin Tinggi. Kota harus bisa mempertahankan identitas diri, jangan sampai Kota meninggalkan jati dirinya termasuk mempertahankan Kearifan Lokal. Semoga Rakernas ini bisa menghadirkan ide, gagasan dan terobosan yang akan berkontribusi terhadap implementasi Indonesia Maju Berdaulat di masa depan," tandasnya.

Wali Kota Semarang, Hendrar Pribadi menuturkan, jika Rakernas APEKSI 2019 akan mengangkat tema besar 'Penguatan Alokasi Anggaran Pemda Untuk Mendukung Profesionalitas Aparatur dan Kemandirian Daerah".

Pria yang akrab disapa Hendi itu menegaskan, melalui tema besar tersebut ada semangat peningkatan sinergitas yang dibawa, baik horisontal maupun vertikal, sehingga kota - kota yang di Indonesia dapat lebih berkembang, untuk mendukung Indonesia Maju.

"Sebagai satu kesatuan Indonesia, kolaborasi menjadi sangat penting, sehingga dalam Rakernas APEKSI saat ini semangat kebersamaan menjadi salah satu yang penting untuk ditonjolkan dalam berbagai kegiatannya. Untuk itu pada rangkaian Rakernas ini kami sisipkan berbagai kegiatan seperti Pawai Budaya Semarang Night Carnival, City Tour, Ladies Program, dan seterusnya," ujar Hendi.



Sumber: Suara Pembaruan