Mantan Napi di Jambi Tertangkap Simpan Ganja 14 Kilogram

Mantan Napi di Jambi Tertangkap Simpan Ganja 14 Kilogram
Ilustrasi narkoba. ( Foto: Antara )
Radesman Saragih / JEM Rabu, 3 Juli 2019 | 13:49 WIB

Jambi, Beritasatu.com - Penderitaan selama menjalani hukuman bertahun-tahun di lembaga pemasyarakatan (Lapas) akibat kasus narkotika dan obat-obat berbahaya (narkoba) ternyata tidak membuat Andi (35) merasa jera. Baru tiga bulan bebas dari Lapas Kota Jambi, Andi kembali terlibat peredaran narkoba di Jambi.

Tak tanggung-tanggung. Kali ini Andi, warga Desa Mendalo Darat, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi itu tertangkap menyimpan narkoba jenis daun ganja sebanyak 14 kilogram (kg). Akibat perbuatannya tersebut, mantan napi tersebut bakal kembali mendekam lagi di lapas. Tersangka kasus narkoba tersebut hingga Rabu (3/7/2019) masih ditahan dan diperiksa BNN Provinsi Jambi.

Kepala Bidang (Kabid) Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jambi, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Agus Setiawan di Jambi, Rabu (3/7/2019) menjelaskan, Andi diduga anggota jaringan peredaran narkoba Sumatera. Dugaan tersebut terindikasi dari modus yang dilakukan tersangka mendapatkan ganja yang berasal dari Aceh.

“Tersangka mengaku mendapatkan ganja dari titipan seseorang yang diletakkan di pinggir jalan, ruas Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera, Simpang Kilometer (Km) 35, Muarojambi. Ganja tersebut hendak diedarkan di Jambi. Anggota jaringan pengedar narkoba yang terkait dengan tersangka masih diselidiki,”ujarnya.

Dijelaskan, tersangka berhasil ditangkap petugas BNN Provinsi Jambi ketika menyamar sebagai pembeli ganja di Jalan Purwadi, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, Senin (1/7/2019) siang sekitar pukul 13.00 WIB. Ketika itu dari tangan tersangka hanya berhasil diamankan satu kilogram daun ganja kering.

“Ketika petugas BNN Provinsi Jambi melakukan penyelidikan lebih lanjut, Senin malam, akhirnya ditemukan 13 kg lagi daun ganja kering yang disembunyikan tersangka di rumahnya. Tersangka mengaku mengedarkan ganja tersebut sendirian. Tetapi pengembangan kasus ganja ini masih kami lanjutkan untuk mengetahui pengedar ganja lainnya,”katanya.

Menurut Agus Setiawan, tersangka juga mengaku belum tahu ganja tersebut diberikan kepada siapa di Jambi. Dia hanya disuruh mengambil ganja tersebut di pinggir jalan, Jalintim Sumatera, Muarojambi. Lalu ganja tersebut disimpan di rumahnya menunggu pembeli yang disuruh oleh pihak tertentu. Tersangka mengaku mendapat upah Rp 300.000 sekali mengambil ganja di Jalintim Sumatera, Muarojambi.

Agus Setiawan mengatakan, tersangka seorang mantan napi yang pernah menjalani masa hukuman di Lapas Kota Jambi akibat kasus peredaran narkoba. Tersangka baru bebas tiga bulan lalu. Jadi kuat dugaan, tersangka memiliki jaringan narkoba di Jambi.



Sumber: Suara Pembaruan