Qomar Jalani Sidang Perdana Pemalsuan Ijazah

Qomar Jalani Sidang Perdana Pemalsuan Ijazah
Pelawak atau komedian Nurul Qomar (Qomar) diangkat sebagai Rektor di Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) ( Foto: Istimewa )
Stefy Tenu / FMB Rabu, 3 Juli 2019 | 16:53 WIB

Brebes, Beritasatu.com - Pelawak senior Nurul Qomar yang menjadi terdakwa pemalsuan, Rabu (3/7/2019), menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Brebes. Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan tersebut digelar di Ruang Sidang Cakra. Sidang dipimpin Hakim Ketua Sri Sulastri SH MH dengan Hakim Anggota Dian Meksowati SH MH dan Nani Pratiwi SH.

Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Brebes yang juga salah satu anggota Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bakhtiar Ihsan Agung Nugroho, dalam dakwaannya menyatakan, terdakwa Qomar telah melakukan perbuatan melawan hukum yaitu memalsukan surat keterangan lulus S2 dan S3 Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Surat itu dipalsukan untuk memenuhi persyaratan sebagai calon Rektor Universitas Muhadi Setiabudi (Umus) Brebes pada bulan Januari 2017.

Akibat perbuatannya itu, Umus mengalami kerugian materi sebesar Rp 7.379.488 per bulan selama kurang lebih 10 bulan selama Qomar menjabat rektor dan hilangnya kepercayaan mahasiswa dan publik terhadap Yayasan Umus. Akibat perbuatannya itu, Qomar dijerat pasal 263 ayat 2 dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

Usai sidang, Qomar tetap bersikukuh dirinya dilamar, bukan melamar sebagai rektor. "Saya ini dilamar, diminta. Bukan melamar. Jadi jelas ya," tegas Qomar.

Sidang dilanjutkan Senin (8/7/2019) mendatang dengan agenda mendengarkan keterangan para saksi.

"Kita tidak mengajukan eksepsi, sehingga pekan depan kita akan mendengarkan saksi-saksi," ujar Kuasa Hukum Qomar, Furqon Nurzaman.



Sumber: Suara Pembaruan