Advokat Putra Asli Papua Mendaftar Calon Pimpinan KPK 2019-2023

Advokat Putra Asli Papua Mendaftar Calon Pimpinan KPK 2019-2023
Calon Pimpinan KPK 2019-2023 Fredrik J. Pinakunary, SH ( Foto: istimewa )
Yustinus Paat / WM Rabu, 3 Juli 2019 | 21:32 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Advokat Fredrik J Pinakunary yang merupakan putra daerah asli Papua secara resmi mendaftarkan diri sebagai calon pimpinan Komisi Pemberantaran Korupsi (KPK) Periode 2019-2023 pada Rabu (3/7/2019). Dalam pendaftaran tersebut, Fredrik membawa lampiran persyaratan formil dan makalah yang memberikan gagasan baru dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.

Makalah Fredrik berjudul “Akselerasi Peran KPK Dalam Pencegahan Dan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi”.

"Setelah proses pendaftaran dan seleksi administrasi ini selesai, saya siap untuk mengikuti uji kompetensi dan profile assessment yang diselenggarakan oleh pansel capim KPK nanti," ujar Fedrik setelah mendaftarkan diri sebagai calon pimpinan KPK.

Setelah 20 tahun berpraktik sebagai Pengacara Litigasi Komersial atau Commercial Litigation Lawyer, Fedrik terpanggil untuk melakukan sesuatu yang berguna bagi bangsa dan negaranya. Dia mengaku ingin mengabdikan diri sebagai pelayanan masyarakat untuk mencegah dan memberantas praktik korupsi di Indonesia.

"Bagi saya, KPK sebagai Lembaga antirasuah, bukan hanya sekadar untuk memberantas fenomena gunung es dari suatu tindak pidana korupsi, melainkan juga untuk memaksimalkan upaya pengembalian kerugian keuangan negara atau asset recovery," jelas Fredrik ketika ditanya soal pandangannya tentang KPK.

Sebagai Pengacara Litigasi Komersial, Fredrik J Pinakunary telah mengukir reputasi dan prestasi sebagai advokat yang membela kepentingan hukum para kliennya, baik dalam skala nasional maupun di level internasional. Fredrik mengaku tetap menjunjung tinggi integritas dan prinsip antikorupsi yang ia yakini sebagai suatu kebenaran, sebagaimana ungkapan yang berkata, “Integrity does have a market”.

Sebelum membuka kantor advokat miliknya, yaitu Fredrik J Pinakunary Law Offices pada tahun 2008 silam, ia mendapat kesempatan untuk menimba ilmu dan pengalaman dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta untuk memberikan bantuan hukum kepada masyarakat yang miskin dan teraniaya (pro bono).

Fredrik juga pernah menimba ilmu dari para advokat senior yang memiliki sikap dan pendirian yang pro antikorupsi, yaitu Frans Hendra Winarta dan terakhir ia bekerja di kantor Todung Mulya Lubis (LSM), dengan posisi terakhir sebagai partner.

Fredrik juga saat ini memberikan pelayanan sebagai ketua umum di Perhimpunan Profesi Hukum Kristiani Indonesia (PPHKI).

Latar belakang dan pengalamannya sebagai advokat telah membuat Fredrik memahami betul bagaimana tantangan melawan arus penegakan hukum dan sistem peradilan yang korup, dan bagaimana strategi yuridis dari hulu ke hilir untuk dapat memulihkan hak-hak dan kerugian yang dialami oleh kliennya.

 



Sumber: BeritaSatu.com