Honeywell Terima Penghargaan dari ITB

Honeywell Terima Penghargaan dari ITB
Presiden Direktur Honeywell Indonesia Roy Kosasih menerima penghargaan tersebut yang diberikan oleh Rektor ITB Kadarsah Suryadi. ( Foto: Antara )
Harso Kurniawan / HK Rabu, 3 Juli 2019 | 21:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Honeywell Indonesia, perusahaan teknologi dan manufaktur, menerima penghargaan Ganesa Wirya Jasa Adiutama atas jasa dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (ipteks) dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Presiden Direktur Honeywell Indonesia Roy Kosasih menerima penghargaan tersebut yang diberikan oleh Rektor ITB Kadarsah Suryadi, disaksikan Ketua Majelis Wali Amanat ITB Yani Panigoro, Ketua Senat Hermawan Kresno Dipojono, serta sejumlah pimpinan ITB beserta tamu undangan di Aula Barat ITB, Bandung, Jawa Barat.

“Atas nama Honeywell, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pimpinan dan jajaran ITB atas penghargaan Ganesa Wirya Jasa Adiutama yang kami terima hari ini. Sebagai perusahaan teknologi dengan pengalaman 100 tahun lebih dalam mendukung beragam industri, Honeywell sangat memahami pentingnya dukungan ipteks yang bekesinambungan agar Indonesia bisa terus berkembang dan maju,” ujar Roy dalam keterangan resmi, Rabu (3/7/2019).

Menurut dia, Indonesia memiliki potensi yang besar dan semua pihak harus memastikan, para insinyur bangsa dibekali dengan pengetahuan teknologi yang tepat agar bisa mewujudkan masa depan yang lebih baik lagi.

ITB adalah institusi pertama dari tiga yang menerima bantuan dari Honeywell berupa laboratorium belajar terhubung yang diresmikan di Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, Desember 2016. Laboratorium ini dilengkapi dengan teknologi Honeywell Process Solutions serta fasilitas penyulingan untuk minyak bumi dan produk kimia lainnya.

Ratusan sarjana S1, S2 dan S3 telah lulus dari ITB dengan menggunakan fasilitas belajar laboratorium Honeywell tersebut. Laboratorium di ITB ini juga terhubung via teknologi awan dengan laboratorium di Universitas Indonesia dan Universitas Gadjah Mada yang dilengkapi dengan teknologi simulasi dan pengembangan perangkat lunak. Ketiga laboratorium terhubung yang memungkinkan proses belajar dan kolaborasi akademik jarak jauh ini juga adalah yang pertama di Indonesia.



Sumber: Investor Daily