Densus Tangkap Terduga Teroris di Magetan

Densus Tangkap Terduga Teroris di Magetan
Ilustrasi ( Foto: Antara )
Aries Sudiono / JAS Kamis, 4 Juli 2019 | 11:09 WIB

Magetan, Beritasatu.com - Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri kembali menangkap terduga teroris Sujadi Abdurrahman alias JA (51) warga Kelurahan Candirejo RT-01/RW-02, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur (Jatim), Rabu (3/7/2019).

Terduga pelaku teroris yang berprofesi sebagai pengusaha kulit itu saat ini sudah dibawa ke Mako Brimob Polda Jatim di Madiun guna menjalani proses pemeriksaan. Sampai, Rabu (3/7/2019) tadi malam, belum ada pernyataan resmi dari Polres Magetan maupun Polda Jatim terkait penangkapan tersebut.

“Benar ada penangkapan, tapi itu kewenangan Densus. Kita hanya mem-back-up pengamanannya saja,” ujar Kapolres Magetan AKBP Muhammad Rifai yang dikonfirmasi melalui Wakapolres Kompol Jumadi, Kamis (4/7/2019) tadi pagi. Ia kemudian minta agar wartawan meminta keterangan ke Kabid Humas Polda Jatim atau langsung ke Humas Mabes Polri.

Ia tidak menampik jika terduga teroris semula diamankan di Mako Sub Den-C Brimob Madiun. Sedangkan untuk isterinya, Ines Payanti (44) yang asli warga Magetan, ikut diamankan di Mapolres Magetan. Pasangan suami-isteri itu diamankan petugas Densus 88 di Lingkungan Industri Kecil (LIK) Jawar, di Desa Ringinagung, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan saat mereka keluar dari pabrik kulit dengan berboncenbgan sepeda motor nopol AE-4060-NS.

Sementara itu Ketua Rukun Tetangga (RT)-01/RW-02 Desa Candirejo, Harianto yang dikonfirmasi semalam mengungkapkan, berdasar keterangan petugas kepadanya untuk ikut menjadi saksi, penangkapan itu sendiri berlangsung rapi dan tanpa kegaduhan. “Saya Cuma diminta ikut menjadi saksi saat petugas melakukan penggeladahan di rumah JA yang dikenal sebagai pengusaha kulit itu,” tandas Harianto. Dibenarkan, selama proses penggeledahan, sejumlah petugas Brimob bersenjata laras panjang dari siang hingga sore menjaga ketat rumah JA.

“Saya sendiri semula bingung dengan penggeledahan itu karena selama ini kami tidak mengetahui jika JA itu terlibat kegiatan terorisme. Saya baru tahu karena diberitahu petugas kepolisian yang sebelumnya minta izin sekaligus mengajak saya ikut menyaksikan proses penggeledahan di rumah JA,” ujar Harianto.

Dia menambahkan menambahkan, karena diliputi ketegangan, ia tidak tahu persis barang apa saja yang dibawa petugas dari dalam rumah JA. Yang ia ingat, petugas dalam penggeledahan tersebut petugas membawa sejumlah barang bukti di antaranya dokumen dan buku-buku.

“Ya, mungkin (yang dibawa) itu seperti dokumen-dokumen dan buku-buku yang diambil dari kamar Pak JA,” ujar Harianto.

Harianto membenarkan, ketika dilakukan penggeledahan, terduga teroris JA menurut petugas sudah berada di Mako Brimob Polda Jatim di Madiun. Pada bagian lain Harianto menambahkan, bahwa Sujadi alias Yadi alias JA, asal mulanya adalah warga Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah dan beristerikan perempuan asli warga Candirejo, Magetan. Dalam kesehariannya terduga teroris JA dikenal baik, ramah, berjiwa sosial tinggi dan suka membantu lingkungan sekitar.

Harianto sendiri mengaku heran karena dalam kesehariannya, JA dan isterinya dikenal baik dan suka menolong kendati tidak banyak omong alias tertutup. Demikian juga dalam kegiatan rutin seperti rapat atau arisan RT-RW, termasuk kegiatan hajatan atau pun kendurian warga, JA dapat dikatakan tidak pernah datang.

Hanya kegiatan pengajian, JA dan isterinya ikut hadir. “Kami warga di sini menganggap JA sibuk dengan bisnis kulitnya,” tandas Harianto sambil membenarkan, isteri terduga teroris, Ines Payanti yang semula ikut dibawa petugas Densus, sampai tadi pagi tidak diketahui keberadaannya.



Sumber: Suara Pembaruan