Ucapan Tokoh di Medsos Harus Menenteramkan

Ucapan Tokoh di Medsos Harus Menenteramkan
Ilustrasi media sosial. ( Foto: Istimewa )
Bernadus Wijayaka / BW Kamis, 4 Juli 2019 | 23:23 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemilihan Umum 2019 telah dilaksanakan. Ajang ini menciptakan ruang perbedaan dan terkadang perselisihan di antara kontestan dan para pendukungnya.

Ekspresi perbedaan dan perselisihan tidak hanya diwujudkan di dunia nyata, tetapi secara masif menyeruak di dunia maya atau media sosial (medsos) dengan sengit.

Dengan selesainya pilpres dan telah ditetapkannya pasangan pemenang pilpres oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), maka saatnya membangun gerakan rekonsiliasi di dunia maya menjadi sama pentingnya dengan rekonsiliasi di dunia nyata.

Peran para tokoh dianggap pentimg untuk dapat mewujudkan rekonsiliasi itu, baik di dunia maya maupun di dunia nyata.

Guru besar Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Oman Fathurrahman, meminta tokoh bangsa agar menciptakan rasa tenteram saat berbicara di medsos guna mewujudkan rekonsiliasi kebangsaan demi menjaga persatuan bangsa.

“Saya kira para tokoh ini semangatnya harus bisa menciptakan rasa tenteram. Para tokoh ini ketika bermain di medsos itu juga jangan terbawa perasaan (baper) juga saat dikritik atau dibully. Jangan terlalu diambil hati atau bersikap emosional kalau ada masyarakat yang mengomentari dengan kata-kata yang agak sinis dan sebagainya akibat dari ucapannya” ujar Oman Fathurrahman, di Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Dikatakan Oman, harus diakui bahwa komentar itu mungkin cukup menyakitkan hati dan perasaan. Namun, yang paling penting adalah para tokoh ketika menerima kritikan atau masukan baik di dunia maya atau di dunia nyata, harus direspons.

“Dan menyampaikan sesuatu pendapatnya itu tentunya dengan semangat menenteramkan itu tadi, jangan malah memprovokasi. Karena yang terjadi selama ini seseorang tokoh atau yang dianggap sebagai tokoh oleh masyarakat itu kadang seringkali juga ikut berperilaku provokatif. Ini yang harus dihindari para tokoh itu demi menjaga persatuan antarmasyarakat. Apalagi seusai pilpres ini sangat penting bagi para tokoh untuk bisa mendinginkan dan menentramkan suasana yang sempat membuat masyarakat kita terpecah,” kata Oman, dalam keterangan tertulisnya kepada Beritasatu.com.



Sumber: Suara Pembaruan