Yanni Janji Kejutkan Penonton Prambanan Jazz 2019

Yanni Janji Kejutkan Penonton Prambanan Jazz 2019
Musisi legendaris asal Yunani, Yanni (tengah) berbicara saat konferensi pers, Kamis (4/7/2019). Dia akan tampil dalam event Prambanan Jazz 2019, Sabtu (6/7/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Fuska Sani Evani )
Fuska Sani Evani / JAS Jumat, 5 Juli 2019 | 07:04 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Musisi legendaris asal Yunani, Yanni, akhirnya menginjakkan kakinya di bumi Mataram, dan akan menggelar konser orkestranya di pelataran Candi Prambanan dalam event Prambanan Jazz 2019.

Yanni bersama kru misisinya yang berjumlah 60 orang, berjanji akan tampil maksimal Sabtu (6/7/2019) malam. Bahkan Yanni akan membawakan komposisi yang disesuaikan dengan alam kosmis Candi Prambanan.

Kepada media di Yogyakarta, Kamis (4/7/2019) Yanni mengaku sangat terkesan dengan keajaiban Candi Prambanan dan masyarakat Yogya. Karena itulah, untuk penampilannya, dia secara khusus menggarap komposisi berdasar kehangatan Candi Prambanan.

“Saya tahu tempat ini sangat terkenal, saya ingin memberitahukannya pada dunia," kata Yanni.

Musisi yang selalu tampil "tidak biasa" bersama orkestranya di berbagai ikon negara seperti Taj Mahal di India, Acropolis di Yunani, Kremlin di Rusia dan Piramida di Mesir dan Tembok Cina ini, memang sudah lama mendambakan untuk bisa tampil di Indonesia, khususnya di Candi Prambanan.

"Musik adalah sesuatu yang universal, dan mampu berbicara kemanusiaan. Bisa dirasakan dan dimengerti siapa saja, karena itulah, saya ingin kenalkan Prambanan," katanya.

Yang istimewa, Yanni mengatakan penampilannya di Candi Prambanan akan terus dikenang bahkan oleh dirinya sendiri, dan komposisi yang muncul, akan menjadi tonggak racikan musik baru. Dengan demikian, jika berbicara konsep, Yanni hanya menyatakan bahwa universal dan connectivity.

Promotor Prambanan Jazz, CEO Rajawali Indonesia Anas Syahrul Alimi menyampaikan, Yanni yang sudah memiliki 20 album studio tersebutakan membawakan lagu-lagu terbaiknya yang ada di dalam album Live at Acropolis.

Dan untuk penampilannya Sabtu malam, Yanni akan bermain secara orkestra dengan melibatkan banyak pemain musiknya.

“Besok kita akan menyaksikan sendiri bagaimana mahakarya musik terbaik yang dimiliki Yanni melakukan sebuah proses kolaborasi yang apik dengan indahnya Candi Prambanan sebagai World Heritage. Ini akan menjadi momen yang sangat spektakuler dan akan terus dikenang di kemudian hari,” ujar.

Demi konser di halaman Candi Prambanan itu, Yanni sengaja membawa musisi kepercayaannya dari berbagai belahan dunia, termasuk puluhan orang yang bertanggung jawab di berbagai instrumen.

"Yanni membawa 60 orang pemusik yang biasa mengirimginya. Dia mempersiapkan konser ini begitu lama sehingga pemusiknya harus dari mereka," kata Anas.

Musisi lain yang juga tampil di hari pertama, Callum Scott, membocorkan sedikit persiapannya untuk konser Prambanan Jazz 2019. Musisi kelas dunia asal Inggris, pelantun lagu You Are The Reason ini juga akan membawakan cover lagu dari beberapa musisi ternama dalam konsernya.

Callum menyebut, seluruh lagunya yang dibawakan dalam Prambanan Jazz 2019 mengandung pesan-pesan penuh kepercayaan diri dan optimisme hidup.

Anas Syahrul pun menambahkan, Callum Scott cukup "memiliki massa" generasi milenial baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Callum Scott diharap dapat mengundang lebih banyak animo generasi milenial dari seluruh dunia untuk menyaksikan Candi Prambanan.

Alex Mecardo dengan nuansa Meksiko, juga akan tampil dalam Special Show dengan aransemen musik bernuansa Meksiko.

Alex mengatakan dia akan membawa penonton berjalan-jalan menghilangkan batas teritori dengan nuansa musik ala Meksiko dalam aransemen racikannya.

Selain menyuguhkan pada musisi dunia, gelaran Prambanan Jazz 2019 juga menawarkan banyak kejutan. Kali ini Prambanan Jazz hadir dengan lebih banyak musisi milenial dari Indonesia maupun Kota Yogyakarta untuk tampil dalam Festival Show.

Anas Syahrul mengatakan, peningkatan jumlah musisi milenial akan sangat berpengaruh pada efek penyebaran unsur-unsur heritage atau budaya pada generasi muda juga musisi lokal asal Jogja antara lain Gamaliel Audrey Cantika (GAC), Anggun, Tashoora, dan Sisitipsi.



Sumber: Suara Pembaruan