Ratusan Siswa Lulusan SD di Kota Bengkulu Tak Tertampung di SMP Zonasi

Ratusan Siswa Lulusan SD di Kota Bengkulu Tak Tertampung di SMP Zonasi
Ilustrasi PPDB SMP. ( Foto: ANTARA FOTO / Nyoman Hendra Wibowo )
Usmin / JAS Jumat, 5 Juli 2019 | 09:18 WIB

Bengkulu, Beritasatu.com - Hingga ditutupnya pelaksanaan PPDB tahun ajaran 2019/2020 tingkat SMP di Kota Bengkulu, Bengkulu tercatat sebanyak 948 lulusan SD tidak diterima di SMP negeri sesuai zonasi karena kuota sekolah tempat mereka mendaftar penuh.

Hal ini menyebabkan sejumlah orang tua siswa kebingungan karena anaknya sampai sekarang belum mendapatkan sekolah. Sekolah sesuai zonasi yang mereka daftar menolak karena kuota yang tersedia sudah penuh.

"Saya bingung Pak, sampai sekarang anak saya belum dapat sekolah. Sekolah sesuai zonasi yang kita daftar tidak diterima karena kuota sudah penuh," kata Astri, salah seorang orang tua siswa, di Bengkulu, Kamis (4/7/2019).

Ia berharap anaknya bisa diterima di SMPN negeri meski tidak sesuai zonasi asalnya jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat tinggalnya. "Saya berharap Diknas Kota Bengkulu dapat memberikan solusi terbaik masalah ini, sehingga anak kami bisa bersekolah di SMP Negeri," ujarnya.

Hal senada diungkapkan Hasrul orang tua siswa lainnya. Ia mengatakan, anaknya mendaftar di SMP Negeri sesuai zonasi, tapi tidak diterima karena alasanya sama kuota di sekolah yang dituju sudah penuh.

"Jadi, sampai berakhirnya masa pelaksanaan PPDB tahun ajaran 2019/2020 di Bengkulu, Kamis (4/7/2019) anak kami belum dapat kepastian diterima di SMP mana. Masalah ini sudah kami sampaikan ke Disdiknas Kota Bengkulu dan mereka berjanji akan mencarikan solusi terbaik dalam mengatasi hal tersebut," ujarnya.

Hasrul tidak keberatan anaknya dapat diterima di SMP di luar zonasi asalkan jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat tinggalnya. "Saya rela anak saya diterima di sekolah di luar zonasi asalkan jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah," ujarnya.

Meski demikian, dia berharap kuota siswa berprestasi yang tidak terisi di sekolah yang didaftarnya dapat dialihkan pihak Diknas ke siswa yang terlempar karena kuota sudah penuh. Dengan dengan siswa bersangkutan bisa diterima di sekolah sesuai zonasi.

Sementara itu, Kepala Disdiknas Bengkulu, Rosmayeti melalui Kabid Dikdas, Beni Rosdiwansyah mengatakan, masalah ini akan dibahas pihaknya pada Jumat (5/7/2019).

"Kami akan menggelar rapat Jumat ini untuk mencari solusi terbaik lulusan SD yang tidak diterima di SMP Negeri zonasi karena kuota penuh. Kita akan petakan SMP Negeri yang kuotanya masih belum terpenuhi," ujarnya.

Jika sudah ada gambaran sekolah di luar zonasi yang kuotanya belum terpenuhi, maka Diskdiknas Kota Bengkulu, akan menyalurkan siswa yang tidak diterima di sekolah zonasi ke SMP diluar zonasi dengan pertimbang jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat tinggal siswa bersangkutan.

Upaya lainnya kuota siswa berprestasi yang tidak terpenuhi di SMP negeri tertentu akan diisi dengan siswa yang tidak diterima di SMP zonasi. Dengan demikian, nantinya seluruh lulusan SD di Kota Bengkulu pada tahun ajaran 2019/2020 dapat tertampung dengan baik di SMP Negeri yang ada di daerah ini.

"Kami akan mengupayakan tidak ada satupun lulusan SD tahun ajaran 2019/2020 di Kota Bengkulu, gagal masuk SMP Negeri. Diknas Kota Bengkulu, masih mencari solusi tepat mengatasi ratusan lulusan SD belum tertampung di SMP. Kami jamin mereka akan bisa sekolah tahun ini," ujarnya.

Beni menambahkan, daya tampung siswa baru tingkat SMP di Kota Bengkulu sebanyak 5.566 orang siswa. Daya tampung siswa baru tersebanyak ini tersebar di 25 SMP Negeri yang ada di 9 kecamatan.

"Kami optimistis seluruh lulusan SD di Kota Bengkulu, dapat ditampung di SMP pada tahun ajaran 20919/2020. Sebab, tidak semua lulusan SD masuk ke SMP. Ada banyak lulusan SD masuk ke sekolah di bawah naungan Kementerian Agama, seperti MTs dan sekolah swasta keagamaan lainnya yang ada di daerah ini," katanya.



Sumber: Suara Pembaruan