Kemhub Optimistis Kawasan Joglosemar Jadi Primadona Baru Wisatawan

Kemhub Optimistis Kawasan Joglosemar Jadi Primadona Baru Wisatawan
Polana Banguningsih Pramesti. ( Foto: Antara )
Thresa Sandra Desfika / CAH Jumat, 5 Juli 2019 | 19:28 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Pemerintah optimistis kawasan Jogjakarta, Solo, serta Semarang (Joglosemar) bakal jadi menjadi primadona baru mendatangkan wisatawan manca negara.

Optimisme ini tak lepas dari pengoperasian Bandara Internasional Yogyakarta (Yogyakarta International Airport/YIA) di Kulon Progo, Yogyakarta sekaligus ditunjang dengan peningkatan kapasitas dua bandara lain, yakni Bandara Adi Soemarmo (Solo) dan Ahmad Yani (Semarang).

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemhub) Polana B Pramesti mengatakan, penambahan kapasitas tiga bandara tersebut dilakukan dalam rangka meningkatkan pergerakan pesawat dan penumpang dari dan ke wilayah Joglosemar.

“Saya mengharapkan strategi transportasi yang sudah terencana ini dapat berjalan dengan baik sehingga mendorong pertumbuhan kemajuan wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang pada akhirnya pertumbuhan ekonomi di wilayah Yogyakarta, Solo dan Semarang dapat berkembang pesat,” ucap Polana di Bandara Internasional Yogyakarta, Jumat (5/7/2019)

Menurut Polana, dalam rangka mewujudkan hal tersebut, pemerintah pusat memerlukan dukungan dari stakeholder dan pihak terkait lainnya seperti pemerintah daerah, BUMN, dan swasta.

“Oleh karenanya saya mengharapkan pemerintah daerah, BUMN, dan swasta dapat mendukung rencana strategi kami untuk meningkatkan konektivitas di wilayah Joglosemar,” ujarnya.

Sementara itu, PT Angkasa Pura (AP) I percaya diri bisa memberikan dampak positif di daerah Kulonprogo dari pengoperasian Bandara Internasional Yogyakarta. Direktur Utama AP I Faik Fahmi menyebutkan, meski belum 100 persen beroperasi Bandara YIA akan menampung sebanyak 14 juta penumpang pada penyelesaian bandara ini di akhir tahun 2019.

“Ini baru 65 persen, untuk 100 persen nanti akan selesai di Desember 2019. Kalau dari sisi kapasitas jika sudah selesai 100 persen bisa menampung sebanyak 14 juta penumpang, “ ujar Faik.

Pengoperasian Bandara YIA masih berjalan temporari namun sudah disesuaikan berdasarkan kebutuhan penerbangan.

“Saya kira penyelesaian YIA ini menjadi bandara yang pembangunannya tercepat di dunia mungkin, hanya dalam waktu satu tahun lebih sedikit sudah bisa diselesaikan," ucapnya.

Faik menambahkan bahwa AP I memiliki tiga peran penting strategis. Pertama, sebagai korporasi negara yang memang harus bisa mendapatkan laba memberikan dividen.

“Tapi ada tugas lain yang lebih penting juga sebagai infrastruktur negara. Di sini peran strategis kita, bagaimana pertumbuhan ekonomi indonesia itu bisa dipacu dengan pengembangan konektivitas udara,” ungkapnya.



Sumber: BeritaSatu.com