Sistem MAT Terganggu, Seleksi Mandiri Unpad Sesi Awal Ditunda

Sistem MAT Terganggu, Seleksi Mandiri Unpad Sesi Awal Ditunda
Ilustrasi Perguruan Tinggi ( Foto: Istimewa )
Adi Marsiela / JEM Senin, 8 Juli 2019 | 07:06 WIB

Bandung, Beritasatu.com - Panitia Seleksi Mandiri Universitas Padjadjaran (SMUP) menunda pelaksanaan mobile assisted testing (MAT) sesi 1 dan 2 pada Sabtu, 6 Juli 2019. Penundaan ini terkait adanya force majeure dalam sistem MAT.

Kepala Kantor Komunikasi Publik Universitas Padjadjaran, Syauqy Lukman mengatakan, penundaan itu berdampak pada 1.173 peserta SMUP S-1 sesi 1 dan 1.170 peserta sesi 2. “Pelaksanaan MAT sesi 1 dan 2 ditunda pekan depan, Sabtu, 13 Juli 2019 dengan lokasi dan waktu yang sama. Soal penyebab force major masih diselidiki,” kata Syauqy lewat aplikasi percakapan online.

Syauqy memaparkan penundaan MAT ini adalah kejadian yang tidak diharapkan. “Kami mengucapkan permohoan maaf yang sebesar-besarnya kepada peserta SMUP Unpad 2019 beserta orang tuanya atas ketidaknyamanan ini. Pada prinsipnya Unpad tidak berharap untuk merugikan para peserta dan orang tua,” terang Syauqy.

Panitia SMUP akan mengupayakan solusi terkait alternatif jadwal tes bagi peserta yang tidak bisa mengikuti ujian antara Senin, 8 Juli 2019 hingga Jumat, 13 Juli 2019.

“Unpad menyediakan penggantian kerugian untuk biaya transportasi seperti tiket, bensin, tiket tol bagi peserta yang tertunda MAT sesi 1 dan 2 tadi,” kata Syauqy.

Untuk proses penggantian biaya itu, Syauqy mempersilahkan peserta mengajukannya lewat Unit Layanan Terpadu dan melalui layanan email humas@unpad.ac.id. “Mohon menyertakan informasi data pendaftaran,” terang Syauqy.

Sementara pada pelaksanaan MAT hari kedua, Minggu, 7 Juli 2019, Syauqy menjelaskan prosesnya berjalan lancar. Dari 2.343 peserta yang sempat tertunda tesnya, sebanyak 96 peserta sudah mengikuti tes pada hari kedua. “Sehingga mereka tidak perlu mengikuti kembali MAT ulang. Panitia menjadwalkan pelaksanaan MAT ulang pada Sabtu, 13 Juli 2019 mendatang,” tambah Syauqy. 



Sumber: Suara Pembaruan