Pencarian Helikopter MI-17 Dilanjutkan, Hasil Masih Nihil

Pencarian Helikopter MI-17 Dilanjutkan, Hasil Masih Nihil
Sejumlah petugas tim gabungan melakukan persiapan untuk melakukan pencarian Heli MI17 milik TNI AD yang hilang kontak di Oksibil, Papua, Sabtu, 29 Juni 2019. ( Foto: ANTARA FOTO/HO/Basarnas Jayapura )
Robert Isidorus / JAS Senin, 8 Juli 2019 | 09:33 WIB

Jayapura, Beritasatu.com - Upaya pencarain helikopter milik TNI AD MI-17 yang hilang kontak di Oksibil kembali dimulai Senin (6/7/2019) pukul 08.30 WIT.

“Ya, pencarian dimulai pagi hari dan take off pukul 8.30 WIT,” ujar Kapendam XVII Cenderawasih Kol Inf Muhammad Aidi saat dihubungi Beritasatu.com, Senin pagi. Dikatakan, dua heli diterbangkan dari Oksibil dan satu dari Bandara Sentani. “Namun hingga saat ini hasilnya masih nihil,” ujar Kapendam.

Sehari sebelumnya, pencarian helikopter MI-17 dilakukan menggunakan satu unit heli Bell 412 milik TNI AD dengan rute Sentani menuju Distrik Airu, dan Lereh, Kabupaten Jayapura.

“Sesuai rencana kemarin, hari ini kita akan mengerahkan 2 unit heli Bell untuk pencarian melalui udara, namun lagi-lagi kendalanya adalah cuaca. Hari ini CN235 MPA yang di Sentani tidak bisa terbang karena cuaca buruk sejak pagi,” kata Danlanud Silas Papare Jayapura, Marsma TNI Tri Bowo Budi Santoso, di base Ops Lanud Silas Papare Jayapura, Minggu (7/7/2019) sore.

“Tapi heli bell 412 yang di Sentani sempat melakukan penerbangan dari Sentani menuju Distrik Airu dan Lereh untuk pencarian, namun sekitar pukul 14.00 WIT, heli harus kembali karena cuaca yang tidak memungkinkan lagi untuk pencarian melalui udara,” jelasnya

Sementara dua heli Bell yang berada di Oksibil tidak dapat melakukan pencarian karena awan tebal dan kabut yang menutupi wilayah tersebut sejak pagi. “Untuk dua heli bell yang di Oksibil tidak bisa terbang karena kabut yang menutup wilayah Oksibil sejak pagi. Sehingga hari ini tidak ada pencarian di wilayah Oksibil, jadi pencarian hari ini belum ada hasil,” ujarnya.

Meski cuaca tidak mendukung, namun tim SAR gabungan yang melakukan pencarian tetap semangat. "Besok pagi kita akan melanjutkan pencarian dengan fokus di area Oksibil seperti kampung Mimin, Distrik Oksop dan Distrik Okbape,” tutur Danlanud.

Dia menambahkan, selama 10 hari, cuaca yang berubah-ubah di wilayah Oksibil menjadi penyebab utama lambatnya pencarian yang dilakukan oleh tim SAR gabungan melalui darat maupun udara.

“Idealnya pencarian itu sehari kita empat sorti, tapi karena cuaca yag sering berubah-ubah dan medan yang berat, menyebabkan hingga hari kesepuluh ini kita baru mendapat 20 sorti, itu artinya kita baru melakukan pencarian selama lima hari, sehingga kita membutuhkan waktu lagi untuk pencarian ini lebih maksimal,” tukasnya.

“Jadi kita tetap semangat untuk melakukan pencarian hingga helikopter MI-17 yang hilang kontak ini ditemukan. Kita harapkan doa dan dukungan agar helikopter dan 12 orang penumpang ditemukan selamat,” sambungnya.

Tidak Ada Batas Waktu

Sementara itu Kodam XVII Cenderawasih memastikan bahwa tidak ada batas waktu pencarian terhadap helikopter MI-17 yang hilang kontak di Oksibil. “Pencarian terus dilakukan. Hingga saat ini kita belum ada pembahasan untuk menghentikan pencarian,” kata Wakapendam XVII Cenderawasih, Letkol Inf Dax Sianturi kepada wartawan di Base Ops Lanud Silas Papare Jayapura, Sabtu sore.

Menurutnya, pencarian melalui darat dan udara akan terus dilakukan hingga helikopter MI-17 dan 12 orang yang ada di dalamnya ditemukan.“Pencarian akan terus dilakukan setiap hari. Dan kita akan lakukan evaluasi pencarian setiap hari untuk menentukan rute pencarian berikutnya,” jelasnya.

Dax mengaku, kendala utama yang dihadapi dalam melakukan pencarian helikopter MI-17 adalah cuaca yang sering berubah-ubah dan medannya yang sulit. “Memang kendala yang kita hadapi adalah cuaca yang sering berubah-ubah dan medannya yang sulit. Tapi tim SAR gabungan tetap semangat melakukan pencarian. Kita berharap semoga cepat menemukan helikopter yang hilang kontak ini,” tukasnya.



Sumber: Suara Pembaruan