Pertamina Pastikan Operasionalnya Tidak Terganggu Pascagempa di Maluku Utara

Pertamina Pastikan Operasionalnya Tidak Terganggu Pascagempa di Maluku Utara
Ilustrasi ( Foto: Beritasatu.com/Danung Arifin )
Robert Isidorus / FMB Senin, 8 Juli 2019 | 10:14 WIB

Jayapura, Beritasatu.com - Pertamina memastikan sarana dan fasilitas (sarfas) Terminal BBM, Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU), dan Lembaga Penyalur Pertamina di wilayah Maluku Utara dalam kondisi aman dan siap beroperasi normal pascagempa di Ternate dini hari WIT, Senin (8/7/2019).

Gempa bumi berkekuatan 7,0 SR berpusat di 136 kilometer arah Barat Daya Ternate dengan koordinat 0,53 LU dan 126,18 BT atau berlokasi di dasar laut kedalaman 36 km terjadi pada 00.08 WIT tengah malam (8/7/2019).

Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR VIII PT Pertamina (Persero), Brasto Galih Nugroho, menyampaikan bahwa Pertamina terus memantau kondisi di seluruh wilayah operasional Pertamina di Maluku Utara.

“Seluruh sarfas TBBM, DPPU dan Lembaga Penyalur di wilayah Maluku Utara dilaporkan tidak mengalami kerusakan, baik infrastuktur bangunan maupun fasilitas penyaluran di lapangan sehingga operasional pagi ini (8/7/2019) berjalan normal,” ujar Brasto dalam rilisnya yang diterima Beritasatu.com, hari ini, Senin (8/7/2019).

Dikatakan, Pertamina terus memantau situasi terkini di wilayah serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk memastikan penyaluran BBM ke lembaga penyalur berjalan dengan lancar tanpa kendala.

“Untuk pelayanan ke konsumen terdapat 57 SPBU, 8 agen minyak tanah, dan 2 agen LPG yang tersebar di wilayah Maluku Utara. Seluruh fasilitas ini dilaporkan dalam keadaan aman,” tambah Brasto.

Di wilayah Maluku Utara, Pertamina memiliki 4 terminal BBM (TBBM) dan 1 DPPU yakni TBBM Ternate, TBBM Tobelo, TBBM Sanana, TBBM Labuha, dan DPPU Babullah Ternate. Para pekerja Pertamina di wilayah Maluku Utara terus waspada dengan adanya potensi gempa susulan.



Sumber: BeritaSatu.com