Wujudkan Janji Presiden

Kemensos Kirim 10 SDM PKH Berprestasi ke Filipina

Kemensos Kirim 10 SDM PKH  Berprestasi ke Filipina
Kementerian Sosial mengirimkan 10 SDM PKH yang berprestasi untuk studi banding ke Filipina. ( Foto: Istimewa )
Rully Satriadi / RSAT Senin, 8 Juli 2019 | 15:19 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Sosial (Kemensos) mengirimkan 10 sumber daya manusia (SDM) Program Keluarga Harapan (PKH) berprestasi ke Filipina. Pengiriman SDM PKH tersebut sebagai wujud pemenuhan janji Presiden Jokowi dalam pertemuan dengan seluruh SDM PKH di Istana Negara beberapa waktu lalu. Saat itu Presiden Jokowi berjanji untuk mengirimkan SDM PKH terbaik menimba ilmu di luar negeri.

Sepuluh SDM PKH itu yakni, Ahmad Zainudin Tenaga Ahli Penyaluran, Djoko Susilo Tenaga Ahli Kepesertaan PKH, Ivo Nilasari Koordinator Regional Sumatra, Elisa Yuniarti Koordinator Wilayah Bengkulu, Eferi Alfansyah Koordinator Kota Pagar Alam Sumatera Selatan, Raden Dika Permatadiraja Pekerja Sosial Supervisor Kota Bekasi, M. Syah Administrator Pangkalan Data Kabupaten Lingga Kepulauan Riau, Fatimatul Aulia pendamping PKH Kecamatan Tanjung Tabalong, Kalimantan Selatan, M. Erwin Dianto pendamping PKH Kecamatan Jagong Jaget Kabupaten Aceh Tengah Banda Aceh, dan Zusmiana pendamping PKH Kecamatan Baturaja Barat Ogan Komiling Ulu Sumatera Selatan.

“Keberangkatan delegasi SDM PKH dipimpin Staf Ahli Menteri Asep Sasa didampingi Kasubdit Bantuan Sosial Kemsos Keukeu Komarawati,” ujar Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Senin (8/7/2019).

Agus Gumiwang mengatakan mereka yang dikirim studi banding ke luar negeri tersebut merupakan yang terbaik setelah melalui berbagai proses seleksi yang dilakukan Kemensos pada bulan April dan Mei 2019. Mereka menjalani seleksi yang ketat dan dinyatakan layak untuk mengikuti studi banding ke Filipina.

“Mereka berada di Filipina selama 1 minggu. Kita harapkan dapat menimba ilmu dari pelaksanaan Conditional Cash Transfer (CCT). Hal  yang baik dan sesuai dengan kultur dan budaya Indonesia bisa dikombinasilan dengan pelaksanaan PKH di sini. Mereka juga akan berbagi pengalaman program serupa yang dikelola oleh pemerintah Filipina dan menggali hal-hal baru untuk pernyempurnaan PKH ke depan,” tambah Agus Gumiwang

Agus Gumiwang menyebutkan, bersama dengan bank dunia ke 10 SDM PKH tersebut akan melakukan serangkaian kegiatan untuk mengenal pelaksanaan CCT di negara tersebut. Kegiatan yang mereka ikuti antara lain melakukan pertemuan dengan Ruth R. Rodriguez, Social Protection Specialist World Bank Manila, dan melakukan pertemuan dengan sejumlah pejabat terkait CCT di Filipina. Di samping itu, mereka juga akan melakukan kunjungan ke penerima CCT di sana serta mengunjungi pusat kesehatan yang dijadikan rujukan.

Perbaikan Kualitas FDS
Sementara itu, Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Harry Hikmat mengatakan selain mengirimkan SDM PKH ke luar negeri, pemerintah juga terus melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas pelatihan Family Development Session (FDS) kepada pendamping di seluruh Tanah Air.

“Hal ini merupakan bagian upaya pemerintah mendorong SDM PKH agar dapat memacu kenaikan graduasi mandiri keluarga penerima manfaat (KPM) PKH,” kata Harry.

Harry menambahkan ada lima modul yang harus dikuasai SDM PKH. Pertama modul Pendidikan dan Pengasuhan Anak Menjadi Orangtua Yang Lebih Baik ditujukan untuk meningkatkan pemahaman orang tua tentang menerapkan pola asuh yang baik serta pentingnya pendidikan untuk kesuksesan anak di masa mendatang.

Kedua, modul Pengelolaan Keuangan dan Perencanaan Usaha yang ditujukan untuk memberikan pengetahuan dasar dan mengasah keterampilan dalam mengelola pendapatan dan pengeluaran, serta merencanakan usaha.

Ketiga, modul Kesehatan dan Gizi yang ditujukkan untuk memahami perilaku-perilaku sehat dan gizi bagi ibu dan anak, khususnya dalam masa penting 1.000 hari, mulai dari ibu hamil, sampai anaknya berusia 24 bulan.

Modul ke empat dan ke lima yaitu, modul Perlindungan Anak yang ditujukkan untuk memahami upaya perlindungan anak dari perlakuan salah dan kekerasan serta eksploitasi dan penelantaran pada anak, dan modul Kesejahteraan Sosial, Disabilitas dan Lanjut Usia ditujukkan agar merubah cara pandang semua pihak terhadap disabilitas dan memberikan pengetahuan praktis terhadap lanjut usia.

Langkah pemerintah meningkatkan kualitas SDM PKH tersebut untuk mendorong semakin banyak KPM PKH yang tergraduasi. "Pemerintah tahun ini menargetkan sebanyak 800.000 KPM PKH bisa graduasi," pungkasnya.



Sumber: Suara Pembaruan