Jaksa Agung Tegaskan Takkan Terburu-buru Eksekusi Baiq Nuril

Jaksa Agung Tegaskan Takkan Terburu-buru Eksekusi Baiq Nuril
Baiq Nuril Maknun. ( Foto: AFP )
Carlos KY Paath / YUD Senin, 8 Juli 2019 | 18:21 WIB

Bogor, Beritasatu.com – Kejaksaan tidak serta merta langsung mengeksekusi terpidana kasus pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Nomor 19/2016, Baiq Nuril. Meski peninjauan kembali (PK) yang diajukan Baiq, ditolak Mahkamah Agung (MA).

“Kami juga tidak akan serta-merta, juga tidak buru-buru. Kami lihat bagaimana nanti yang terbaik. Kami kan memperhatikan aspirasi masyarakat juga seperti apa,” kata Jaksa Agung Prasetyo di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (8/7/2019).

Prasetyo mengungkap, upaya hukum atas Baiq yang divonis 6 bulan penjara telah rampung setelah adanya PK. Namun, pandangan maupun aspirasi masyarakat tetap perlu mendapatkan perhatian. Prasetyo menuturkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempunyai kewenangan memberikan amnesti.

Menurut Prasetyo, setiap warga negara berhak mengajukan pengampunan kepada Presiden. Selama proses pengajuan itu, kejaksaan belum akan mengeksekusi Baiq. “Belum-belum. Tapi dia juga harus aktif seperti apa nanti. Jangan juga dia terkesan lari-lari, enggak usah,” ujar Prasetyo.

Untuk diketahui, Baiq melalui kuasa hukumnya berencana mengajukan amnesti kepada Presiden Jokowi. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna Laoly menjelaskan, amnesti memang menjadi cara agar Baiq terbebas dari pidana.

“Ini kan (vonis Baiq) cuma 6 bulan, maka salah satu opsi yang mau kita kaji itu adalah amnesti. Kita betul-betul memberikan perhatian yang sangat serius tentang kasus ini, mencari jalan keluar untuk disampaikan kepada publik,” kata Yasonna.



Sumber: Suara Pembaruan