Ganjar: Banyak Orangtua yang Titip Anaknya agar Lolos PPDB

Ganjar: Banyak Orangtua yang Titip Anaknya agar Lolos PPDB
Ganjar Pranowo. ( Foto: Antara )
Stefi Thenu / WBP Senin, 8 Juli 2019 | 21:14 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengungkapkan, banyak orangtua yang mencoba melobi dirinya agar sang anak diterima di sekolah favorit. Hal ini terjadi di tengah sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online yang lebih transparan.

"Hampir setiap hari dihubungi para orangtua siswa melalui telepon. Ada yang mengaku pendukung ketika pemilihan gubernur, teman sekolah, bahkan pejabat penting. Mereka meminta saya, agar anaknya diterima di sekolah favorit," ujar Ganjar Pranowo di Semarang, Senin (8/7/2019).

Namun Ganjar mengaku, semua permintaan itu ditampiknya. Tidak ada satu pun orang yang bisa menekan dirinya untuk meloloskan calon siswa masuk ke SMA negeri tertentu.

Saat mendatangi Posko PPDB Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Ganjar bertemu wanita bernama Dian Puji Lestari (39) yang mengadu soal anaknya yang tidak diterima di SMA 1 Semarang.

"Saya lihat Pak Ganjar mau nangis. Saya sampe sebel. Anak saya mendaftar melalui jalur zonasi ke SMA Negeri 1 Semarang, karena jaraknya 2,2 kilometer. Tetapi kemudian tergeser ke SMA 7 yang jaraknya 10 kilometer. Anak saya perempuan, tidak bisa naik sepeda motor. Saya pindah ke jalur prestasi tidak bisa. Saya ingin anak saya tetap bisa masuk SMA Negeri 1," kata Dian Puji Lestari.

Warga Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Candisari, Kota Semarang itu, khawatir anaknya tidak diterima di SMA Negeri 1 Semarang.

Dengan sabar Ganjar memberi penjelasan pada Dian. Ia mengatakan, meski seorang anak tidak bisa bersekolah di SMA negeri, tidak lantas masa depannya suram. Ia meminta orangtua tetap memberi semangat pada anaknya.

Menurut Ganjar, SMA negeri bukan jaminan mutlak seorang anak dapat mencapai cita-citanya. Bersekolah di SMA swasta pun bisa berhasil jika giat belajar. Kalaupun masuk swasta takut biaya mahal, siswa bisa mendapatkan beasiswa. Orangtua bisa mengajukan surat keterangan tidak mampu bahkan beasiswa.



Sumber: Suara Pembaruan