Sulteng Mulai Memasuki Musim Panas, Masyarakat Diingatkan Jangan Membakar Hutan

Sulteng Mulai Memasuki Musim Panas, Masyarakat Diingatkan Jangan Membakar Hutan
Musim kemarau. ( Foto: Antara )
John Lorry / JEM Selasa, 9 Juli 2019 | 08:06 WIB

Palu, Berisatu.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) menyampaikan, sejumlah wilayah di provinsi itu mulai memasuki musim panas sehingga masyarakat harus mempersiapkan diri memasuki musim kemarau dan kekeringan.

"Secara umum semua wilayah Sulteng beberapa hari ke depan ini akan memasuki musim kering, tetapi khusus beberapa daerah yang memiliki karakteristik tetap ada sedikit hujan, namun skalanya kecil-kecil dan terjadi pada siang dan malam hari, " kata pejabat berwenang Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Palu, Affan Nugraha, Selasa (9/7/2019).

Dia mengatakan, memasuki musim panas ini masyarakat perlu waspada dengan tidak membakar lahan kebun, atau membuang puntung rokok atau meninggalkan kompor sedang menyala, karena hal itu bisa menyebabkan terjadinya kebakaran.

Menurutnya, pada musim panas dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para kontraktor atau perusahaan yang mengerjakan pembangunan, seperti perbaikan irigasi dan juga pekerjaan maupun perbaikan jalan.

“Kondisi cuaca seperti sekarang ini sangat mendukung untuk pekerjaan pembangunan, termasuk prasarana jalan," ujarnya.

Diketahui, suhu udara di Kota Palu dalam beberapa hari terakhir ini cukup panas membuat sebagian orang memilih untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Suhu panas tidak hanya pada siang hari, tetapi juga pada malam hari terasa panas.

Informasi dari BMKG setempat, wilayah Sulteng selama Juli ini, sampai beberapa bulan ke depan masih akan dilanda musim panas. 

 



Sumber: Suara Pembaruan