Aktivitas Merapi Menurun, Status Masih Waspada

Aktivitas Merapi Menurun, Status Masih Waspada
Aktivitas guguran awan panas kecil Gunung Merapi terlihat dari Balerante, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Selasa (26/2/2019). ( Foto: ANTARA FOTO / ANTARA FOTO )
Fuska Sani Evani / JAS Selasa, 9 Juli 2019 | 09:24 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mendata penurunan aktivitas Gunung Merapi sejak dua minggu terakhir.

Diungkapkan Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, sejak tanggal 4 Mei lalu, pertumbuhan kubah lava Merapi cenderung kecil, atau sekitar 200 meter kubik perhari. Sedang sebelumnya, volume pertumbukan kubah lava Merapi, mampu mencapai 1.000 hingga 3.000 meter kubik dalam seharinya. Dan saat ini, total produksi kubah lava Merapi mencapai sekitar 17.000 meter kubik atau setara dengan 3.400 bak truk.

“Aktivitas Merapi cenderung menurun, dari pertumbuhan kubah lava tersebut, Merapi masih fluktuatif, tetapi relatif turun, namun status Merapi masih tetap pada level II Waspada,” katanya pada Senin (8/7/2019).

Selain pertumbuhan volume kubah lava yang cenderung menurun, jumlah guguran juga mengalami penurunan. Guguran sehari sekitar 20 kali dari sebelumnya yang mencapai lebih dari 20 kali.

“Jumlah kegempaan akibat guguran juga menurun. Sementara gugurannya juga cenderung menyusut. Guguran ini bersumber dari material kubah lava yang dipengaruhi oleh dorongan gas dari perut Merapi," jelasnya.

Dikatakan, status Gunung Merapi, masih tetap pada level II, mengingat masih ada aktivitas guguran lava dan pertumbukan kubah lava meski kecil.

“Perubahan status Merapi belum bisa diterapkan karena masih banyak hal yang diperhatikan dan perlu koordinasi dengan instansi lain. Masih ada guguran lava, malah bisa menjadi daya tarik wisata,” ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan