Ratusan Lulusan SD di Kota Bengkulu Masuk SMP Luar Zonasi

Ratusan Lulusan SD di Kota Bengkulu Masuk SMP Luar Zonasi
Ilustrasi PPDB SMP. ( Foto: ANTARA FOTO / Nyoman Hendra Wibowo )
Usmin / JAS Rabu, 10 Juli 2019 | 08:59 WIB

Bengkulu, Beritasatu.com - Sekitar 500 orang lulusan SD direkomendasikan Dinas Pendidikan Kota Bengkulu, masuk ke sejumlah Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di luar zonasi. Pasalnya, kuota yang tersedia di SMP negeri tempat mereka mendaftar sesuai zonasi sudah terisi penuh.

"Ada ratusan lulusan SD kita salurkan masuk ke sejumlah SMPN di luar zonasi karena sekolah yang mereka daftar sesuai zonasi sudah terisi penuh. Ini kita lakukan agar mereka tetap masuk SMP Negeri pada tahun ajaran 2019/2020," kata Kepala Disdiknas Kota Bengkulu, Rosmayeti, di Bengkulu, Selasa (9/7/2019).

Ia mengatakan, setelah PPDB tahun ajaran 2019/2020 tingkat SMP di Kota Bengkulu ditutup, ada sejumlah SMP Negeri masih kekurangan siswa baru karena kuota yang tersedia tidak terisi penuh.

Untuk mengisi kuota yang belum terisi tersebut, Disdiknas Kota Bengkulu, memberikan rekomendasi kepada orang tua siswa yang tidak diterima masuk ke SMP negeri zonasi agar mendaftar di sekolah yang masih kekurangan siswa baru asalkan jarak tempat tinggal tidak terlalu jauh dari sekolah yang didaftar.

Hal ini dilakukan agar seluruh lulusan SD di Kota Bengkulu pada tahun ajaran 2018/2019 dapat diterima SMP negeri yang ada di daerah ini. Kebijakan Disdiknas Kota Bengkulu, tersebut direspons baik oleh para orang tua siswa.

Buktinya, orang tua siswa yang anaknya tidak diterima di sekolah zonasi mendaftarkan anaknya masuk ke SMP negeri di luar zonasi. "Biarlah anak saya sekolah jauh dari tempat tinggal asalkan diterima di SMPN pada tahun ini, sehingga dia tidak sekolah di SMP swasta," kata Agustina (43), salah seorang wali murid.

Dijelaskan, dirinya sudah cemas takut anaknya tidak bisa masuk SMP negeri pada tahun ajaran 2019/2020, karena saat mendaftar sesuai zonasi ditolak karena kuota yang ada sudah terisi penuh.

Ternyata setelah pendaftaran PPDB tingkat SMP di Kota Bengkulu ditutup, masih ada sekolah yang kekurangan murid baru, sehingga siswa yang tidak diterima di SMP negeri sesuai zonasi disalurkan ke sekolah di luar zonasi yang masih kuotanya belum terisi penuh.

"Saya tidak pikir panjang lagi langsung minta surat rekomendasi ke Disdiknas Kota Bengkulu, dan selanjutnya mendaftar dari SMP Negeri diluar zonasi. Alhamdulillah anak saya diterima di sekolah tersebut," ujarnya.

Hal senada diungkapkan Jamaludin (46), orang tua siswa lainnya. Ia mengatakan, sesuai zonasi anaknya mendaftar di SMP Negeri 3, tapi tidak diterima karena kuota yang tersedia sudah penuh.

Selanjutnya kembali mendaftar di SMP lain sesuai zonasi, yakni SMPN 2 dan SMPN 21, tapi kembali gagal karena kuota yang tersedia sudah habis, karena jumlah siswa baru yang mendaftar di dua SMP negeri cukup banyak.

"Saya cemas sampai pelaksanaan PPDB tingkat SMP di Kota Bengkulu, ditutup anaknya belum dapat kepastian diterima di SMP mana. Syukur Alhamdulillah masih ada SMP negeri di luar zonasi yang masih kekurangan siswa, sehingga anaknya di terima di sekolah tersebut," ujarnya.

Namun, lain halnya dengan Retno (38), salah satu orang tua calon siswa SMP negeri yang tidak diterima di sekolah zonasi karena kuota yang ada sudah penuh. Ia memilih anaknya sekolah di SMP swasta ketimbang masuk SMP negeri di luar zonasi.

Alasannya menolak anaknya masuk di SMP negeri di luar zonasi karena jarak sekolah yang ditawarkan Disdiknas Kota Bengkulu,
dari rumahnya sangat jauh. "Daripada anak saya terlalu jauh sekolah dari tempat tinggal lebih baik sekolah di SMP swasta saja," ujarnya.

SMA/SMK Lancar

Sementara itu, Kepala Disdiknas Provinsi Bengkulu, Budiman Ismaun mengatakan, pelaksanaan PPBD tingkat SMA/SMK di daerah ini, tidak ada masalah, khususnya di Kota Bengkulu. Pasalnya, kuota pemerimaan siswa baru tingkat SMA/SMK di daerah ini terisi dengan baik.

Sebab, SMA/SMK di Bengkulu, diingatkan agar menerima siswa baru tahun ajaran 2019/2020 sesuai dengan daya tampung kelas yang ada di masing-masing sekolah. Meskipun ada calon siswa yang tidak diterima di SMA/SMK jumlah sedikit sekali.

"Siswa yang tidak diterima di SMA/SMK zonasi kita alihkan ke sekolah diluar zonasi yang jaraknya tidak terlalu jauh dengan tempat tinggal mereka. Kebijakan yang kita terapkan mengatasi siswa tidak diterima di SMA/SMK zonasi disambut baik orang tua siswa," ujarnyta.

Bukti lulusan SMP yang tidak diterima masuk SMA/SMK zonasi mendaftar di sekolah diluar zonasi dan semuanya diterima masuk SMA/SMK Negeri pada tahun ajaran 2019/2020. Demikian pula siswa yang mendaftar masuk SMA/SMK melalui jalur prestasi berjalan sesuai harapan, kata Budiman.



Sumber: Suara Pembaruan