PPDB Berakhir, 7.896 kursi SMA dan SMK di Jateng Tidak Terisi

PPDB Berakhir, 7.896 kursi SMA dan SMK di Jateng Tidak Terisi
Ilustrasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). ( Foto: ANTARA FOTO )
Stefi Thenu / JAS Rabu, 10 Juli 2019 | 09:45 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Pendaftaran SMA dan SMK negeri lewat PPDB Online di Jawa Tengah, Selasa (9/7/2019) resmi diumumkan. Ironisnya, PPDB sistem zonasi ini menyisakan ribuan kursi kosong.

Tercatat ada 4.527 kursi kosong di SMA negeri dan 3.369 kursi kosong di SMK negeri.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Jumeri, mengatakan, hari ini Rabu (10/7/2019) dan Kamis (11/7/2019) dilakukan pendaftaran ulang.

Jumeri menuturkan, pada penerimaan siswa baru tahun ini, sebanyak 123.645 peserta mendaftar di SMA negeri di Jateng.

Sementara 121.966 peserta mendaftar di SMK negeri di Jawa Tengah.

“Dari data yang diterima terakhir, sebanyak 123.645 siswa mendaftar di SMA negeri, 121.966 siswa mendaftar di SMK negeri,” paparnya.

Jumlah pendaftar di SMA Negeri mencapai 123.645 orang, tetapi yang diterima 111.237 orang dari kuota 115.764 kursi.

Sedangkan untuk SMK Negeri di Jawa Tengah, pendaftarnya mencapai 121.966 orang dan yang diterima 96.889 orang dari kuota 100.258 kursi.

Khusus pendaftar SMA Negeri yang menggunakan sistem zonasi, Jumeri menguraikan, rekap surat domisili yang digunakan para peserta untuk mendaftar, didominasi oleh Kartu Keluarga (KK), yakni ada 117.907 pendaftar menggunakan KK.

Sisanya, sebanyak 3.975 pendaftar menggunakan surat keterangan domisili (SKD), 315 peserta menggunakan surat keterangan pondok pesantren, 1.445 peserta menggunakan surat keterangan panti asuhan, dan 3 peserta menggunakan surat keterangan bencana.

“Semua sudah dicek dan diverifikasi secara optimal dan valid,” ungkap Jumeri.

Bagi yang tidak diterima, Jumeri mengatakan untuk legawa.

“Pada intinya kami berupaya terus memperbaiki sistem ini, agar ke depan dapat melayani masyakat secara optimal,” papar dia.

Jumeri menguraikan, untuk pendaftaran peserta didik baru SMA negeri, ada sebanyak 16.042 pendaftar berkategori tidak mampu. Sisanya, atau 107.603 pendaftar berkategori tidak miskin.

Sementara untuk pendaftar SMK negeri di Jawa Tengah, dari total pendaftar ada sebanyak 85.001 peserta tidak miskin.
Lalu sisanya atau 36.965 peserta masuk kategori miskin atau tidak mampu.

“Peserta yang tidak mampu dibuktikan dengan masuk program penanggulangan kemiskinan (PKH), KIP, dan basis data terpadu (BDT),” ungkap dia.

Menanggapi adanya kursi kosong tersebut, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, sekolah yang kuotanya belum terisi itu lokasinya jauh dan di Kabupaten seperti di Kendal, Banjarnegara, Wonogiri, dan Purbalingga.

Ganjar juga menyarankan bagi orangtua yang anaknya tidak lolos PPDB dan harus sekolah swasta, bisa mengurus beasiswa di Pemprov Jateng.

"Tapi syaratnya dari keluarga tidak mampu. Keterangan tidak mampu itu juga akan kami cek kebenarannya lewat kelurahan," ujarnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Sulistyo mengatakan untuk kota SMA yang belum terpenuhi karena jarak yang jauh dan kebanyakan ada di pinggiran. Sedangkan SMK karena jurusan, yang peminatnya sedikit. 



Sumber: Suara Pembaruan