PKB Jateng Usulkan Cak Imin Kembali Ketua Umum

PKB Jateng Usulkan Cak Imin Kembali Ketua Umum
Ketum PKB Muhaimin Iskandar berkunjung ke Rumah Ma'ruf Amin di Rumah Sitobondo, Menteng, Jakarta, pada Jumat sore, 5 Juli 2019. ( Foto: Beritasatu.com/Yustinus Paat )
Stefi Thenu / JEM Kamis, 11 Juli 2019 | 08:23 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Menjelang digelarnya Muktamar PKB di Bali Agustus 2019, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa Jawa Tengah mencalonkan Muhaimin Iskandar untuk kembali memimpin partai kaum nahdliyyin itu.

“Muhaimin telah terbukti mampu membangun sinergi yang sangat baik di semua tingkatan kepengurusan PKB. Ini juga untuk melanjutkan kemenangan pada pemilu yang akan datang,” demikian disampaikan Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah, KH M Yusuf Chudlori, di Semarang, Rabu (10/9/2019).

Gus Yusuf menyatakan, alasan mencalonkan Muhaimin demi menjaga kekompakan yang sudah terbukti dalam pemilu serentak 2019.

Pencalonan terhadap Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, lanjut Gus Yusuf, telah mendapatkan dukungan dari seluruh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB se-Jateng.

Ditegaskan, PKB membutuhkan sosok yang energik dan bisa bermanuver cantik dalam kancah politik.

“Sosok ini ada pada Cak Imin. Dulu kita lihat mulai dari Join (Jokowi-Muhaimin) yang populer, meski akhirnya menjadi Jokowi-Amin. Namun, Cak Imin masih punya amunisi untuk ke depan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua DPC PKB Grobogan, Nur Wibowo, juga menyatakan mendukung Cak Imin menjadi ketua umum PKB pada Muktamar mendatang demi keberlangsungan partai.

“Kami harapkan pada Muktamar PKB mendatang memilih Bapak Muhaimin Iskandar sebagai ketua umum secara aklamasi” tegasnya.

Dukungan DPW dan DPC PKB se-Jateng ini telah diserahkan langsung kepada Muhaimin Iskandar saat menghadiri acara "Sosialisasi Mukatamar PKB" di Semarang, Selasa (9/7/2019).

Rois Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (WNU) Jateng K.H. Ubaidillah Shodaqoh, mendoakan agar Muktamar PKB mendatang berjalan lanjar.

“Pada Muktamar PKB mendatang kita harapkan bisa dipilih (ketua umum) secara aklamasi,” Gus Ubaid.



Sumber: Suara Pembaruan