Atasi Banjir, Pemkot Bengkulu Berjuang Dapatkan Dana Bangun Waduk

Atasi Banjir, Pemkot Bengkulu Berjuang Dapatkan Dana Bangun Waduk
Warga berjalan di atas lumpur yang menggenang di Desa Genting, Kecamatan Bang Haji, Bengkulu Tengah, Kamis (2/05/2019). Pasca banjir bandang pada Jumat (26/04/2019), daerah di desa tersebut terendam lumpur setinggi 30 - 50 cm dan mengakibatkan warga mengungsi. ( Foto: ANTARA FOTO / David Muharmansyah )
Usmin / JEM Kamis, 11 Juli 2019 | 08:28 WIB

Bengkulu, Beritasatu.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, saat ini masih berjuang di pusat mendapatkan bantuan dana APBN guna merealisasikan rencana pembangunan waduk guna mengatasi langganan banjir di daerah ini.

"Kita masih berjuang di pusat mendapatkan dana dari APBD guna merealisasikan pembangunan waduk untuk mengatasi banjir di Kota Bengkulu. Kita harapkan usulan bantuan dana untuk membangun waduk di Kota Bengkulu, dapat dikabulkan pusat pada 2020 mendatang," kata Wali Kota Helmi di Bengkulu, Rabu (10/7/2019).

Ia mengatakan, biaya untuk membuat waduk di Kota Bengkulu, membutuhkan anggaran yang sangat besar, dan APBD daerah ini tidak mampu membiayainya. Satu-satu jalan agar pembangunan waduk di Kota Bengkulu, dapat direalisasikan pada 2020 harus ada bantuan pusat.

"Kita terus melobi pemerintah pusat terkait usulamn bantuan dana untuk pembangunan waduk di Kota Bengkulu. Jika pembangunan waduk dapat diwujudkan, maka Kota Bengkulu, tidak lagi menjadi langganan banjir setiap musim hujan," ujarnya.

Sebab, air hujan nantinya dapat ditampung di waduk yang akan bangun tersebut. "Kita pastikan jika pembangunan waduk di Kota Bengkulu, dapat direalisasikan dalam waktu dekat, maka ke depan daerah ini tidak lagi terkepung banjir," ujarnya.

Helmi Hasan mengatakan, usulan dana untuk membuat waduk di Kota Bengkulu ke Dirjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR dan BNPB Pusat sekitar Rp 300 miliar.

"Proposal kebutuhan dana untuk membuat waduk ini sudah kita sampaikan kepada dua instansi tersebut. Kita berharap tahun depan usulan Pemkot Bengkulu dapat dialokasikan di APBN 2020," ujarnya.

Pembuatan waduk di Kota Bengkulu, katanya tidak hanya berfungsi sebatas mengatasi banjir, tapi juga air waduk dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat usaha budidaya ikan air tawar menggunakan kerambah dan mengairi lahan persawahan masyarakat sekitar bila musim kemarau.

"Jadi, fungsi waduk yang akan kita bangun di Kota Bengkulu, cukup banyak disamping fungsi utama mengantasi langgatan banjir melanda daerah ini. Saya yakin jika waduk dibangun akan memberikan efek bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Bengkulu, khususnya yang berada di sekitar waduk," ujarnya.

Waduk tersebut, lanjut Helmi Hasan akan dijadikan sumber air bersih bagi warga kota Bengkulu, bila musim kemarau panjang melanda daerah ini, serta dapat difungsikan sebagai destinasi wisata Kota Bengkulu.

"Jadi, waduk yang akan kita bangun di Kecamatan Sungai Serut inim, bila sudah selesai akan menjadi multi fungsi bagi masyarakat Kota Bengkulu. Karena itu, Pemkot Bengkulu, sangat berharap pusat dapat mengalokasikan anggaran untuk merealisasikan pembangunan waduk di daerah ini," ujarnya.

Korban Banjir

Sementara itu, ratusan warga korban banjir yang tersebar di sejumlah titik mendapat bantuan bahan pangan dari Dinas Sosial (Dinsos) setempat. Bantuan ini diberikan untuk meringankan beban penderitaan para korban banjir.

Bantuan bahan pangan yang disalurkan Dinsos Kota Bengkulu kepada korban banjir terdiri beras, mie instan, sarden, minyak goreng dan bantuan bahan pangan lainnya. Korban banjir yang mendapat bantuan pangan di antaranya warga RT 13,14 dan RT 15 Perumahan Kemiling, Kecamatan Selebar.

Ditiga RT ada puluhan rumah warga terendam banjir diatas 2 meter, akibatnya ada rumah warga yang atapnya hilang terendam banjir. Banjir melanda sejumlah wilayah di Kota Bengkulu, tersebut akibat hujan lebat melanda daerah ini lebih dari 4 jam.

Wilayah Kemiling Permai merupakan salah satu daerah di Kota Bengkulu yang menjadi langganan banjir bila hujan lebat turun berlangsung lama. Warga berharap ada solusi cepat dari Pemkot Bengkulu, agar daerah ini tidak lagi terkena banjir saat hujan lebat turun berlangsung lama, seperti yang terjadi Senin (7/7) lalu.



Sumber: Suara Pembaruan