Polda Sumut Bongkar Sindikat Narkoba Jaringan Empat Negara

Polda Sumut Bongkar Sindikat Narkoba Jaringan Empat Negara
Wakapolda Sumut Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto memaparkan pengungkapan kasus narkoba jaringan Malaysia, Myanmar dan Tiongkok. ( Foto: Suara Pembaruan/Arnold Sianturi )
Arnold H Sianturi / CAH Kamis, 11 Juli 2019 | 17:44 WIB

Medan, Beritasatu.com - Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto mengungkapkan, sindikat narkoba jaringan negara Myanmar, Taiwan, Tiongkok dan Malaysia, ingin menjadikan Kota Medan sebagai sentral bisnis narkoba.

"Jaringan internasional dari tiga negara ini terungkap setelah kita berhasil meringkus jaringannya. Ada tujuh tersangka dengan barang bukti 59 kilogram (kg) sabu - sabu," ujar Mardiaz Kusin di Markas Polda Sumut, Kamis (11/7/2019).

Mardiaz memaparkan, tujuh tersangka yang ditangkap petugas itu masing - masing berinisial RS, A, MAA, R, J, S dan H. Empat di antara tersangka itu, yakni, RS, MAA, S dan H, terpaksa ditembak karena berusaha kabur saat dibawa pengembangan.

"Kasus narkoba jaringan internasional ini masih terus dikembangkan. Sebab, sebagian dari tersangka yang ditangkap itu, ada memiliki peranan sebagai kurir. Kita terus gencar dalam operasi pemberantasan narkoba di daerah ini," katanya.

Disebutkan, para pelaku ditangkap dari sejumlah lokasi berbeda. Penangkapan pertama dilakukan terhadap tersangka RS di Jalan Iskandar Muda, Medan Petisah, tepatnya di rumah makan Simpang Raya, Minggu (27/6/2019) pukul 12.00 WIB.

"Darinya diperoleh barang bukti 3 Kg sabu yang dikemas dalam plastik teh warna hijau emas Guanyinwang," sebut Mardiaz.

Dari hasil interogasi, diketahui bahwa RS berangkat dari Tanjung Balai bersama tersangka A menggunakan Kereta Api. Sehingga dilakukan pengejaran dan penangkapan terhadap A di Hotel Transit Jalan Gajah Mada, Petisah. Saat diperiksa, RS dan A mengaku masih ada menyimpan 7 bungkus sabu lagi di Tanjung Balai. Selanjutnya petugas langsung berangkat ke Tanjung Balai dan menemukan 7 Kg sabu berbungkus teh Guanyingwang.

"Tersangka A mengaku menerima 10 Kg sabu itu dari orang yang tidak dikenal atas suruhan U (DPO) di daerah Bagan Asahan," terangnya.

Namun, saat dilakukan pengembangan di kota Tanjung Balai, RS mencoba melarikan diri. Sehingga terhadapnya diberi tindakan tegas terukur di kaki sebelah kiri.

Ditambahkan, dari hasil keterangan RS dan A, petugas kembali melakukan pengembangan sehingga berhasil menangkap MAA di Jalan Mesjid I Desa Sekip Lubuk Pakam, pada Minggu (7/7/2019) sekira pukul 01.00 WIB. Darinya diperoleh 5 Kg sabu yang dibungkus kemasan Chines Tea Gift warna merah.

"Namun pada saat pengembangan untuk mencari barang bukti lainnya, MAA mencoba melarikan diri sehingga harus diberi tindakan tegas terukur di kaki sebelah kanannya," ujarnya.

Dari hasil interograsi dan analisa kasus MAA, petugas kembali melakukan pengembangan dengan menangkap tersangka R alias T dan J di Jalan Iskandar Muda, Medan Baru, Senin (8/7/2019) sekira pukul 17.00 WIB. Dari keduanya didapat 2 buah goni plastik berisikan 40 bungkus sabu kemasan Guan Yinwang seberat 40 Kg.

Kemudian, petugas melakukan pengembangan setelah diperoleh lagi informasi bahwa S dan H memiliki narkotika sabu di Jalan Ring Road/Gagak Hitam Medan. Sehingga pada pukul 20.00 WIB keduanya berhasil ditangkap bersama 1 goni plastik berisikan 4 bungkus sabu kemasan Guan Yinwang seberat 4 Kg.

"Pada saat pengembangan, tersangka S dan H mencoba melarikan diri, sehingga Petugas diberi tindakan tegas terukur di kaki sebelah kiri mereka," tegas Mardiaz.

Atas perbuatannya, ujar Hendri, ketujuh tersangka dijerat Pasal 114 Ayat (2) dan atau Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancamannya berupa hukuman pidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau paling singkat penjara 6 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar.

"Dengan jumlah barang bukti ini, ditaksir dapat menyelamatkan 590.000 anak bangsa dengan asumsi 1 gram sabu untuk 10 orang pengguna," sebut Wakapolda Sumut.



Sumber: Suara Pembaruan