KPK Masih Tunggu Salinan Putusan Kasasi Syafruddin
Logo BeritaSatu

KPK Masih Tunggu Salinan Putusan Kasasi Syafruddin

Kamis, 11 Juli 2019 | 21:12 WIB
Oleh : Fana Suparman / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku hingga saat ini belum menerima salinan putusan Kasasi mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Syafruddin Arsyad Temenggung dari Mahkamah Agung (MA). KPK masih menunggu salinan lengkap putusan tersebut.

"Sampai saat ini, kami belum menerima salinan Putusan Kasasi MA tersebut," kata Jubir KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (11/7/2019).

Salinan lengkap putusan ini penting bagi KPK untuk menentukan langkah hukum selanjutnya. KPK mengaku perlu mengetahui secara rinci pertimbangan Majelis Hakim Agung mengabulkan Kasasi Syafruddin dan melepaskannya dari tuntutan hukum. Salah satu hal yang akan dicermati KPK mengenai dissenting opinion atau perbedaan pendapat di antara Majelis Hakim Agung yang menangani perkara ini.

"Dan KPK juga perlu melihat bagaimana sikap Hakim di putusan itu terkait dengan kerugian negara Rp 4,58T. Apakah MA menganulir hal itu, atau memperkuat atau tidak mempertimbangkan sama sekali? Hal ini baru terjawab jika Putusan lengkap sudah diterima," katanya.

Dikonfirmasi terpisah, MA mengakui belum mengirimkan salinan putusan Kasasi Syafruddin ke KPK. MA menyatakan saat ini sedang merampungkan salinan putusan tersebut.

"Kalau KPK menyatakan belum menerima salinan putusan perkara terdakwa SAT, itu benar karena memang putusannya sedang dirampungkan," kata Jubir MA, Andi Samsan Nganro melalui pesan singkat, Kamis (11/7/2019).

Menurut Andi, bila sudah dirampungkan maka akan segera dikirim ke pengadilan pengaju. Selanjutnya diberikan kepada pihak-pihak termasuk pihak KPK.

Diketahui, Majelis Hakim Kasasi MA mengabulkan permohonan Kasasi yang diajukan oleh mantan BPPN Syafruddin Arsyad Temenggung yang menjadi terdakwa perkara dugaan korupsi SKL BLBI. Dalam amar putusannya, Majelis Hakim Agung membatalkan putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang menjatuhkan hukuman 15 tahun pidana penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 3 bulan kurungan terhadap Syafruddin.

Dalam amar putusannya, Majelis Hakim Agung menyatakan terdakwa Syafruddin terbukti melakukan perbuatan sebagaimana didakwakan, akan tetapi perbuatan itu tidak merupakan suatu tindak pidana. Dengan demikian, Majelis Hakim Agung menyatakan melepaskan terdakwa Syafruddin dari segala tuntutan hukum. Majelis Hakim Agung juga memutuskan memerintahkan agar Syafruddin dikeluarkan dari tahanan.

Putusan ini diambil Majelis Kasasi yang diketuai Salman Luthan dengan Hakim Anggota Syamsul Rakan Chaniago dan Mohamad Askin. Meski demikian, dalam memutuskan perkara ini, terdapat dissenting opinion atau perbedaan pendapat diantara Majelis Hakim Agung. Hakim Ketua Salman Luthan sependapat dengan putusan Pengadilan tingkat pertama dan tingkat kedua. Sementara Hakim Anggota Syamsul Rakan Chaniago berpendapat perbuatan Syafruddin merupakan perbuatan hukum perdata. Sedangkan Hakim Anggota M. Askin menyatakan perbuatan Syafruddin merupakan perbuatan hukum administrasi.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Masyarakat Magelang Masih Minim Kesadaran Akan Wisata

Wilayah Magelang sudah punya modal besar untuk mengembangkan pariwisatanya lewat Candi Borobudur.

NASIONAL | 11 Juli 2019

Puluhan Orang Hilang Pasca Rusuh, Polri Belum Tahu

Komnas HAM menyatakan bahwa 32 orang masih hilang pasca rusuh 21-22 Mei 2019 lalu.

NASIONAL | 11 Juli 2019

Menteri Susi Dorong 3 Poin Meninjau Ulang Kesepakatan dengan Malaysia

Menteri Susi adalah mendorong kembali penandatanganan kesepakatan membasmi illegal fishing.

NASIONAL | 11 Juli 2019

Perkuat Peran DPD, Fadel Muhammad Gagas Smart Decentralization

Fadel menilai DPD memiliki peran besar untuk kepentingan daerah.

NASIONAL | 11 Juli 2019

Dukung Pariwisata, Jokowi Janji Menata Total Pembangunan Bandara Komodo

Presiden Jokowi berjanji memprioritaskan pembangunan Bandara Komodo dengan memperpanjang runway dan memperluas terminal.

NASIONAL | 11 Juli 2019

Nasdem: Nurdin Basirun Dipecat Jika Korupsi

Saat ini NasDem membebastugaskan Nurdin sebagai Ketua DPW Nasdem Provinsi Kepri.

NASIONAL | 11 Juli 2019

BNPT: Diplomat Harus Punya Wawasan Kebangsaan Tinggi

Semua negara harus bersinergi untuk memberantas terorisme dari muka bumi.

NASIONAL | 11 Juli 2019

Gubernur Kepri Ditangkap, Wagub: Saya Terharu

Isdianto berharap, seluruh masyarakat tetap menghargai proses hukum yang dilakukan KPK.

NASIONAL | 11 Juli 2019

Ma'ruf Amin Akan Buka Muktamar Satkar Ulama Indonesia

Muktamar Satkar bakal dihadiri oleh perwakilan Satkar dari seluruh provinsi di Indonesia.

NASIONAL | 11 Juli 2019

Paus Mati Terdampar di Pantai Lumajang

Seekor ikan paus berukuran 11 meter ditemukan warga dalam kondisi mati dan terdampar di Pantai Bambang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (11/7/2019).

NASIONAL | 11 Juli 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS