NU Care Bantu Selamatkan TKI Eti dari Hukuman Mati di Saudi
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

NU Care Bantu Selamatkan TKI Eti dari Hukuman Mati di Saudi

Jumat, 12 Juli 2019 | 07:53 WIB
Oleh : Yustinus Paat / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - NU Care melalui program NU Peduli TKI, NU Care-LAZISNU selama tujuh bulan menghimpun dana untuk membantu pembebasan Eti, seorang TKI di Arab Saudi yang divonis hukuman mati, dengan tebusan (diyat) senilai 4 juta riyal Saudi atau setara dengan Rp 15,2 miliar.

Ketua NU Care-LAZISNU, Achmad Sudrajat mengatakan pihaknya berhasil mengumpulkan dana senilai Rp 12.454.900.000. Bantuan tersebut, kata pria yang biasa disapa Ajat ini, diserahkan kepada Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, dalam kunjungannya ke kantor NU Care-LAZISNU di lantai 2 Gedung PBNU, Jakarta Pusat, pada 1 Juli 2019.

“Alhamdulillah, donasi ini terkumpul lebih dari Rp 12 miliar. Kami serahkan bantuan untuk saudara Eti, seorang TKI yang divonis hukuman mati di Saudi. Alhamdulillah, kami bisa langsung menyerahkannya melalui Dubes, Pak Agus Maftuh. Kami bersyukur dan berterima kasih atas donasi dari masyarakat dan warga NU yang turut andil dalam program NU Peduli TKI," ujar Ajat di Jakarta, Kamis (11/7/2019).

Sementara itu, Dubes Agus Maftuh, menyatakan penggalangan dana untuk Eti dana yang dilakukan KBRI Saudi, telah berhasil mencapai jumlah yang diminta ahli waris.

Diketahui, Eti binti Toyyib Anwar merupakan TKI asal Majalengka yang bekerja di Kota Taif, Arab Saudi. Eti dituduh menjadi penyebab majikan sakit dan meninggal dunia. Keluarga majikan menuntut hukuman mati (qishas) diberikan kepada Eti.

“Kasus Eti ini sudah 19 tahun, tepatnya kejadian di 2001. Setelah negosiasi yang panjang dan alot, keluarga majikan bersedia memaafkan dengan meminta diyat sebesar 4 juta riyal,” kata Agus dalam keterangan tertulis, Kamis (11/07/2019).

Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel (kiri), saat mengunjungi rumah keluarga Eti binti Toyyib Anwar, di Majalengka.

Agus mengungkapkan, penggalangan dana yang dilakukan KBRI Saudi merupakan bentuk pelayanan kepada WNI yang berada di Saudi. Menurutnya, dana yang bisa dikumpulkan merupakan hasil sumbangan (tabarru) dari para dermawan berbagai pihak di Indonesia.

Diungkapkan, Rp 12,5 miliar atau 80 persen dari jumlah diyat tebusan yang diminta ahli waris korban merupakan sumbangan dari NU Care-LAZISNU.

“Dana 12,5 M tersebut dihimpun oleh LAZISNU selama 7 (tujuh) bulan dari para dermawan santri, dari kalangan pengusaha, birokrat, politisi, akademisi, dan komunitas filantropi,” tutur Agus.

Secara khusus, dirinya menyampaikan banyak terima kasih kepada NU Care-LAZISNU yang telah memberikan sumbangan sebesar Rp 12,5 miliar atau 80 persen dari jumlah diyat tebusan yang diminta ahli waris korban.

“Ungkapan apresiasi juga disampaikan kepada para dermawan di Indonesia yang menyumbang sehingga mencapai Rp 15,2 miliar,” papar Agus.

Secara khusus, Dubes Agus Maftuh menyampaikan berjuta terimakasih kepada LAZISNU (Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama) yang telah memberikan sumbangan sebesar Rp. 12,5 milyar atau 80 persen dari jumlah diyat tebusan yang diminta ahli waris korban.

Dana 12.5 M tersebut dihimpun oleh LAZISNU selama 7 bulan dari para dermawan santri, dari kalangan pengusaha, birokrat (termasuk dua Menteri), politisi, akademisi dan komunitas filantropi.

Ungkapan apresiasi juga disampaikan kepada para dermawan di Indonesia yang menyumbang sehingga mencapai 15.2 Milyar.
Angka 4 Juta Riyal tersebut tercapai di hari jelang injury time yaitu 24 jam menjelang waktu deadline yaitu 30 syawal 1440 H/ 3 Juli 2019.

Hasil penggalangan dana tersebut telah dikirimkan pada tanggal 2 Juli 2019 ke rekening yang dibuat khusus oleh Pemerintah Provinsi Mekkah untuk kepentingan sumbangan diyat kasus Eti.

Dubes Agus Maftuh menambahkan bahwa dirinya selama ini terus berkomunikasi dengan wakil ahli waris Faisal al-Ghamdi yaitu Khalid Al-Ghamdi terkait hal ini termasuk permintaan penambahan waktu guna mengumpulkan sumbangan tersebut.

Batas akhir pembayaran sebenarnya berakhir di bulan Sya’ban 1440/ April 2019. Namun Dubes RI melakukan pendekatan dengan pihak ahli waris yang diwakili anak korban, Khalid al-Ghamdi untuk sepakat di akhir Ramadhan. Dan ketika akhir Ramadhan dana belum juga mencukupi, Dubes Maftuh Abegebriel lalu minta untuk sampai akhir Syawal/awal Juli 2019 dan pihak ahli waris menyetujui.

Kedekatan hubungan Saudi dan Indonesia yang sedang dalam masa keemasan dimanfaatkan oleh Dubes Agus Maftuh untuk melakukan komunikasi dari hati ke hati dengan keluarga ahli waris Faisal al-Ghamdi.

Dengan telah lengkapnya jumlah yang diminta oleh ahli waris, maka KBRI Riyadh sudah mengirimkan nota diplomatik kepada Kerajaan Arab Saudi dan meminta Eti bisa segera dibebaskan dan dipulangkan ke Indonesia.

Dubes yang juga staf pengajar UIN Sunan Kalijaga juga mengisahkan kedatangannya di rumah Eti di Majalengka pada bulan Oktober 2018 untuk menemui anak dan saudara-saudaranya serta meminta restu dan dukungan doa untuk melakukan “aksi kemanusiaan” penyelamatan Eti dari hukuman mati.

Dalam tiga tahun terakhir, KBRI Riyadh berhasil membebaskan 8 WNI dari hukuman mati dengan tanpa tebusan diyat. Di antaranya ada sepasang suami istri asal Indramayu.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

5 Mata Uang Asing Disita dari Rumah Gubernur Nurdin

Uang tersebut diduga merupakan gratifikasi yang diterima Nurdin terkait jabatannya sebagai gubernur.

NASIONAL | 12 Juli 2019

Datangi KSP, Pengacara Baiq Nuril Minta Kepastian Rekomendasi Amnesti

Tim advokasi Baiq Nuril meminta kepastian kepada Presiden Jokowi terkait pemberian amnesti kepada klien mereka.

NASIONAL | 12 Juli 2019

Perampok Toko Emas di Balaraja Ditangkap

Polisi menyita dua senjata mainan yang digunakan pelaku saat merampok toko emas pada 15 Juni 2019 lalu di kawasan Balaraja, Tangerang, Banten.

NASIONAL | 12 Juli 2019

Vonis Ratna Sarumpaet Lebih Rendah dari Jaksa Penuntut Umum

Vonis terhadap Ratna Sarumpaet lebih rendah dari tuntutan jaksa sebelumnya yaitu enam tahun penjara.

NASIONAL | 12 Juli 2019

Wagub Kepri Harap Kasus Nurdin Segera Diproses

Wakil Gubernur Kepulauan Riau Isdianto berharap kasus ini segera diproses agar pemerintahan tetap berjalan.

NASIONAL | 11 Juli 2019

Gubernur Kepri Diduga Dua Kali Menerima Suap

Gubernur Kepri Nurdin Basirun diduga dua kali menerima suap.

NASIONAL | 11 Juli 2019

Gubernur Kepri Ditetapkan Tersangka Suap Izin Reklamasi dan Gratifikasi

Nurdin Basirun ditetapkan tersangka penerima suap yang diberikan Abu Bakar melalui Edy Sofyan. Nurdin diduga dua kali menerima suap.

NASIONAL | 11 Juli 2019

Gubernur Nurdin Basirun Resmi Tersangka Suap Izin Reklamasi

Izin pembangunan kawasan wisata diberikan seolah-olah untuk budidaya perikanan.

NASIONAL | 11 Juli 2019

Buka PLHK 2019, JK Ingatkan Perlunya Pola Hidup Menyatu dengan Alam

Pembakaran yang kurang baik pada sektor transportasi menyumbang 70% pencemaran di perkotaan, disusul dengan sumbangan dari sektor industri.

NASIONAL | 11 Juli 2019

Gubernur Kepri Menjadi Tersangka, KPK Sita Rp 666,8 Juta

Nurdin diduga menerima suap terkait dengan izin prinsip lokasi pemanfaatan laut dan proyek reklamasi.

NASIONAL | 11 Juli 2019


TAG POPULER

# Rizieq Syihab


# Vaksin Sinovac


# Vaksinasi Covid-19


# John McAfee


# New York



TERKINI

Tanrise Property Bidik UMKM Lewat Proyek TritanHub

EKONOMI | 3 menit yang lalu










TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS