Percepatan Rencana Induk, Forum PPM Se-Kalteng Akan Gelar Bimtek

Percepatan Rencana Induk, Forum PPM Se-Kalteng Akan Gelar Bimtek
Penandatanganan serah terima, penetapan dan peluncuran cetak biru Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di sekitar lokasi tambang yang dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. ( Foto: dok )
Yudo Dahono / YUD Jumat, 12 Juli 2019 | 11:35 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Peluncuran blue print atau dokumen cetak biru bagi Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di sekitar lokasi tambang oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) pada awal Juli 2019 lalu, Forum PPM se-Kalteng yang dikomandoi oleh Wiwin Suhartanto dalam waktu dekat akan melakukan bimbingan teknis (Bimtek). Bimtek ini dilakukan untuk membantu teman-teman dari perusahaan tambang dalam menyusun rencana induk di masing-masing perusahaan.

Melalui keterangan kepada Beritasatu.Com, menurut Wiwin rencananya pada tanggal 24 Juli 2019 mendatang, selain membantu penyusunan rencana induk di masing-masing perusahaan tambang yang tersebar di Kalteng, Forum PPM se-Kalteng mengagendakan juga evaluasi terkait dengan pemberian Izin Usaha Pertambangan (IUP) pada masing-masing perusahaan tambang yang berada di wilayah tersebut.

"Evaluasi terhadap perizinan tambang sebelum disusunnya rencana induk penting dilakukan mengingat lebih dari 423 perizinan tambang yang dikeluarkan oleh pemprov di wilayah Kalteng. Bahkan sebagian perusahaan tambang ada yang mati suri di mana sebagian perusahaan tambang yang diberikan izin menambang sudah tidak beroperasional lagi," papar Wiwin, Jumat (12/7/2019).

Dengan telah diluncurkannya dokumen cetak biru dan mengacu kepada Kepmen ESDM No.1824 tahun 2018 lanjut Wiwin menjadi momentum bagi Forum PPM se-Kalteng dalam mensegerakan membantu menyusun rencana induk dimasing-masing perusahaan tambang agar tidak terjadi overlapping atau tumpang tindih program bantuan bagi masyarakat di sekitar lokasi pertambangan baik dari pemprov maupun dari perusahaan tambang itu sendiri.

Atas kesepakatan dari puluhan perusahaan tambang yang tergabung dalam Forum PPM se-Kalteng dan atas sepengetahuan dinas ESDM provinsi, sebagai pihak ketiga, Forum PPM se-Kalteng kedepannya tegas Wiwin selain mengevaluasi realisasi dari program rencana induk dimasing-masing perusahaan juga bertekad membuat PPM bersama yang nantinya bisa menjadi contoh etalase program dari perusahaan tambang yang aktif men-support kegiatan Forum PPM.

Seperti diketahui sebelumnya, Kalteng menjadi provinsi ketiga setelah Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara) yang memiliki Blueprint atau dokumen cetak biru sebagai guidelines atau pedoman dalam penyusunan rencana induk dimasing-masing perusahaan tambang dalam Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) disekitar lokasi penambangan.

Saat ini di Kalteng tercatat ada sekitar 63 perusahaan tambang yang aktif memberikan support-nya kepada Forum PPM dalam menggelar berbagai kegiatan yang berkaitan dengan memberdayakan masyarakat di sekitar lokasi tambang khususnya yang berada di ring 1.

Berdasarkan data yang dimiliki oleh Forum PPM se-Kalteng, saat ini di Kalteng tercatat lebih dari 423 perizinan bagi perusahaan tambang telah dikeluarkan oleh Pemprov Kalteng baik yang berbentuk Kontrak Karya (KK), Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) maupun Izin Usaha Pertambangan (IUP) daerah.



Sumber: BeritaSatu.com