Mensos Serahkan Bantuan Korban Konflik Sosial Buton

Mensos Serahkan Bantuan Korban Konflik Sosial Buton
Kementerian Sosial menyerahkan bantuan sosial (bansos) senilai Rp 2,9 miliar bagi korban bencana sosial kerusuhan di Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, di Jakarta, Jumat (12/7/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Ari Supriyati Rikin )
Ari Supriyanti Rikin / FER Jumat, 12 Juli 2019 | 15:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Sosial (Kemsos) menyerahkan bantuan sosial (bansos) senilai Rp 2,9 miliar bagi korban bencana sosial kerusuhan di Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara.

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita menyerahkan langsung bansos tersebut kepada Gubernur Sulawesi Tenggara disaksikan Bupati Buton, tokoh adat sejumlah perangkat desa dan tokoh pemuda Desa Gunung Jaya dan Desa Sampuabalo.

"Semoga bantuan ini bermanfaat bagi warga masyarakat dan warga kedua desa kembali dapat hidup berdampingan dengan rukun dan damai," kata Mensos di Jakarta, Jumat (12/7/2019).

Bansos pada masyarakat terdampak konflik sosial itu telah diberikan pertama kali berupa santunan ahli waris untuk dua korban meninggal dan bantuan logistik senilai Rp 973 miliar.

Bantuan kedua, bantuan renovasi rumah rusak, isi hunian, usaha ekonomi produktif dan bantuan keserasian sosial yang nilainya mencapai Rp 1,9 miliar.

Selain itu, dalam upaya pemulihan pascabencana sosial, Kemsos juga menerjunkan tenaga psikososial untuk menangani trauma korban kerusuhan.

"Tenaga psikososial ini tidak hanya menangani layanan dukungan psikososial untuk anak-anak tetapi juga orang tua dan anak muda," ucapnya.

Terkait integrasi dan pemulihan sosial, Mensos juga berharap terbangun keserasian sosial dengan pendekatan seni dan tradisi lokal.

Bencana sosial disebabkan karena perbedaan ekonomi, diskrimisasi, ketidakadilan, kelalaian, ketidaktahuan, maupun sempitnya wawasan dari sekelompok masyarakat.

Bencana sosial akan berdampak buruk pada warga masyarakat. Kerugian harta benda, nyawa manusia, serta kerusakan tatanan dan pranata sosial.

"Maka pada momentum pertemuan ini saya mengajak masyarakat menjaga toleransi antarsesama sehingga tercipta harmoni, kerukunan dan ketentraman di tengah perbedaan," ungkap Mensos.

Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi, mengapresiasi langkah pemerintah pusat yang cepat melakukan penanganan dan kondisi di Buton berangsur pulih.

Ia mengatakan pada saat terjadi konflik di Kabupaten Buton, pada saat yang sama warga Sulawesi Tenggara mengalami musibah banjir di sejumlah kota dan kabupaten.

Kerusuhan di Buton terjadi 6 Juni 2019 di Desa Gunung Jaya dan Desa Sampuabalo Kecamatan Siotapina. Kejadian dipicu kesalahpahaman antara sekelompok pemuda desa Sampuabalo yang tengah melintas di Desa Gunung Jaya.

Dampak peristiwa ini dua orang meninggal dunia, 61 unit rumah beserta 30 unit bangunan usaha toko hangus terbakar, dan warga Desa Gunung Jaya mengungsi di 3 lokasi pengungsian.



Sumber: Suara Pembaruan