Organisasi Papua Merdeka Tolak Benny Wenda

Organisasi Papua Merdeka Tolak Benny Wenda
Panglima Komando Daerah Pertahanan (Kodap) VIII, Tentara Pertahanan Nasional Papua Barat, Ayub Waker (duduk di posisi kiri paling depan) dan Kepala Staf Kodap VIII, Tentara Pertahanan Nasional Papua Barat, Ayub Waker (keduanya duduk paling depan) foto bersama staf di markas mereka di wilyah Kemabu, Intan Jaya, Papua Barat. ( Foto: istimewa )
Robert Isidorus / JEM Jumat, 12 Juli 2019 | 16:38 WIB

Jayapura, Beritasatu.com - Pimpinan militer Komando Nasional dan Panglima Daerah Wilayah Teritorial Papua Barat menyatakan menolak kebijakan United Liberation for West Papua (ULMWP) yang dibentuk Benny Wenda.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Komisi Nasional (Komnas) Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom kepada Beritasatu.com, Jumat (12/7/2019.

“Termasuk perwira-perwira muda dan tua dari Marvic Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, Organisasi Papua Merdeka juga Panglima Tinggi Gen Goliath Naaman Tabuni, Lekagak Telenggeng, Anton Tabuni, Titus Murib, Hengky Wamang, Militer Murib, dan Ayub Waker. Kami semua menolak pengambilan kebijakan United Liberation for West Papua pimpinan Benny Wenda,” tegas Sebby Sambom.

Menurutnya, komunikasi dengan seluruh jaringan asan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka dilakukan 7 Juli 2019 melalui komunikasi langsung dengan Ketua OPM Jefrey Bomanak.

“Narasi juga telepon yang disampaikan Jefry Bomak terungkap semua dengan tegas menolak ULMWP,” kata Sebby Sambom.

Ide pembentukan tentara Papua Barat di bawah komando United Liberation for West Papua (ULMWP) pimpinan Benny Wenda yang diumumkan pada 1 Juli lalu. Benny Wenda mengklaim pembentukan tentara Papua Barat telah mendapat persetujuan dari kelompok-kelompok OPM.

“Ya, kutip dan publikasikan keterangan saya ini. Supaya rakyat Papua dan pejuang kemerdekaan mengetahuinya. Sebab kami berjuang untuk kebenaran. Maka kita tidak bisa bermain curang dalam perjuangan kami untuk merdeka penuh dan bebas dari kolonialisme dan kapitalisme,” tegas Sebby.

Tentang Beny Wenda akan mendapat penghargaan “Freedom ox Oxford” dari Dewan Kota Oxford, Inggris. Sebby mengatakan “Itu kepentingan kapitalis asing. Karena Benny Wenda bikin militer tandingan di Vanimo dengan nama West Papua Army, yang tidak untuk perang lawan Indonesia,” katanya.

Beny Wenda, katanya, hanya berjuang dengan damai oleh karena itu kapitalis asing Inggris dan Amerika memberinya penghargaan.

“Karena Benny Wenda amankan aset Amerika di Freeport di Tembagapura dan perusahaan Gas BB milk Inggris di Bintuni. Oleh karena itu Inggris senang Benny Wenda, karena Benny Wenda mau mendengar kapitalis Eropa dan Amerika. Apa lagi bisa keliling dunia. Eropa, Amerika dan Australia yang donasi untuk Benny Wenda. Kami ragu dengan Benny Wenda, sekalipun mengaku pemimpin kemerdekaan,” ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan