4 Tersangka Korupsi Dana Desa Talang Rami Ditahan Polres Seluma

4 Tersangka Korupsi Dana Desa Talang Rami Ditahan Polres Seluma
Ilustrasi ( Foto: Beritasatu.com )
Usmin / CAH Sabtu, 13 Juli 2019 | 09:31 WIB

Bengkulu, Beritasatu.com - Penyidik Reskrim Polres Seluma, Bengkulu, menahan 4 orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana desa (DD) Talang Rami, Kecamatan Seluma Utara tahn 2018. Empat tersangka yang ditahan penyidik Polres Seluma tersebut, antara lain mantan Kades Talang Rami, NSR (45), MI (40), HDR (28) dan DK (25) masing-masing sebagai anggota tim pelaksana kegiatan (TPK) dana desa Talang Rami.

Kapolres Seluma, AKBP Nyoman Marthadana, di Bengkulu, Jumat (12/7/2019) mengatakan, 4 tersangka sebelum ditahan terlebih dahulu menjalani pemeriksaan diruang Reskrim Tipikor, Mapolres Seluma dari pagi hingga sore.

"Dari hasil pemeriksaan yang kita lakukan ditemukan bukti-bukti cukup kuat bahwa mantan Kades Talang Rami, NSR dan tiga orang anggota TPK Dana Desa Talang Rami diduga terlibat melakukan tindak pidana korupsi dana desa, sehingga ditetapkan sebagai tersangka dan langsung kita tahan," ujarnya.

Penahanan para tersangka dilakukan penyidik Polres Seluma guna memperlancar proses penyidikan selanjutnya, serta mengantisipasi mereka menghilangkan barang bukti, melarikan diri dan mengulangi perbuatan yang sama.

"Atas pertimbangan inilah kita menahan 4 tersangka kasus dugaan korupsi dana desa Talang Rami tahun 2018 lalu. Mereka kita amankan di Mapolres Seluma," ujarnya.

Kapolres menjelaskan, keempat tersangka diduga menyelewengkan dana desa tahun 2019 untuk tiga jenis pekerjaan, yakni pekerjaan pembangunan siring Dusun I, dan Dusun III, serta pekerjaan pembangunan jalan dengan kontruksi lapen di Dusun I Desa Talang Rami.

Dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut, ada satu item belanja barang yang difiktifkan mereka guna memenuhi permitaan NSR yang saat itu masih menjabat sebagai Kepala Desa Talang Rami.

"Uang sebesar Rp 35 juta yang diminta NSR itu, alasanya untuk disetor ke pihak Inspektorat Kabupaten Seluma guna memperkecil hasil temuan saat dilakukan audit realisasi penggunaan dana desa tahun 2018," ujarnya.

Dana desa yang dikorupsi NSR sebesar Rp 35 juta itu, yang berhasil diselamatkan sebesar Rp 19,5 juta dan sebelumnya tersangka NSR mengembalikan uang ke kas desa sebesar Rp 12,5 juta. Sedangkan Rp 3 juta lagi yang terpakai oleh NSR belum dikembalikan.

Atas perbuatan tersebut, kata Kapolres Seluma 4 tersangka dijerat pasal 8 dan 11 Undang-Undang (UU) Tipikor No 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun.



Sumber: Suara Pembaruan