Kejati Pastikan Akan Tahan Plt Kadis Kesehatan Bengkulu Tengah

Kejati Pastikan Akan Tahan Plt Kadis Kesehatan Bengkulu Tengah
Ilustrasi ( Foto: Beritasatu.com )
Usmin / WBP Sabtu, 13 Juli 2019 | 09:42 WIB

Bengkulu, Beritasatu.com - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu memastikan akan menahan tersangka dugaan pungutan liar (pungli) di Dinkes Bengkulu Tengah pada 2018 lalu yakni Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkulu Tengah, Mulia Wardana (MW) setelah Ditreskrimsus Polda Bengkulu melimpahkan berkas perkara ke Kejati.

Plt Kepala Dinkes Bengkulu Tengah, MW ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Reskrimsus Polda Bengkulu setahun lalu, dan tidak ditahan dalam kasus operasi tangkap tangan (OTT) oleh Tim Saber Pungli Polda setempat dalam kasus dugaan pungli di Dinkes Bengkulu Tengah. MW diduga melakukan tindak pidana korupsi pemotongan dana gabungan usaha (GU) dan dana bantuan operasional kesehatan (BOK) di Dinkes Bengkulu Tengah.

"Kita pastikan tersangka MW akan kita tahan setelah Kejati Bengkulu menerima pelimpahan berkas perkara dari Direskrimsus Polda. Kita masih menunggu pelimpahan berkas perkara tahap dua dari Polda Bengkulu," kata Asisten Tindak Pidana Khusus (Adpidsus) Kejati Bengkulu, Hendri Nainggolan, di Bengkulu, Jumat (12/7/2019).

Dijelaskan, saat ini berkas perkara tersangka MW masih dalam tahap perbaikan sebelum nantinya dilakukan pelimpahan tahap dua dari Polda Bengkulu ke penyidik Kejati setempat. "Nanti, jika berkas perkara tahap dua dari Polda ke Kejati Bengkulu, sudah dinyatakan lengkap atau P21, maka tersangka langsung ditahan guna memperlacar proses penyidikan selanjutnya," ujar Hendri Nainggolan.

Penahanan tersangka MW dilakukan untuk memberikan persamaan hukum terhadap tersangka lainnya. "Jadi, siapa saja orang tanpa terkecuali, termasuk MW," ujar Hendri Nainggolan.

Dalam kasus tersebut, Plt Kadis Kesehatan Bengkulu Tengah, MW disangkakan melanggar Pasal 12 e dan atau Pasal 12 f Undang-Undang (UU) No 31 tahun 1999 yang telah diubah dan ditambah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Seperti diketahui, dalam kasus yang sama penyidik Polda Bengkulu juga menetapkan Bendahara Dinkes Kabupaten Bengkulu Tengah, Fintor Gunanda (FG) sebagai tersangka.

Tersangka FG telah divonis oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tipokor Bengkulu, selama 4 tahun penjara dan denda sebanyak Rp 200 juta subsidair 3 bulan kurungan.

Saat dilakukan pelimpahan berkas perkara tahap dua dari penyidik Direskrim Polda Bengkulu ke penyidik Kejati setempat tersangka FG langsung menahan Fintor.



Sumber: Suara Pembaruan