Ini Gangguan Jiwa yang Kerap Dialami Jemaah Haji Akibat Dehidrasi

Ini Gangguan Jiwa yang Kerap Dialami Jemaah Haji Akibat Dehidrasi
Ilustrasi ibadah haji. ( Foto: AFP )
/ WBP Minggu, 14 Juli 2019 | 07:39 WIB

Makkah, Beritasatu.com - Tim Psikiatri di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja Makkah mengantisipasi dua masalah gangguan kejiwaan yang kerap kali muncul akibat kurangnya asupan cairan atau dehidrasi.

Penanggung jawab Tim Psikiatri KKHI Makkah, Kapten Laut (K) Umbar Sarjono, Sp.KJ. di KKHI Makkah, Sabtu (14/7/2019) waktu setempat, mengatakan dari hasil evaluasi tahun sebelumnya, dua masalah kejiwaan yang kerap kali dialami oleh jemaah calon haji Indonesia adalah demensia dan delirium. “Dua gangguan ini bisa diakibatkan perubahan situasi yang cepat dan kurangnya asupan cairan,” kata Umbar Sarjono.

Delirium merupakan gangguan mental serius yang menyebabkan penderita mengalami kebingungan parah dan berkurangnya kesadaran terhadap lingkungan sekitar. Gangguan mental tersebut disebabkan perubahan cepat dalam fungsi otak yang terjadi bersamaan dengan penyakit mental atau fisik. Akibatnya, penderita delirium mengalami kesulitan dalam berpikir, mengingat, berkonsentrasi, atau tidur. Sementara demensia adalah suatu kondisi di mana kemampuan otak seseorang mengalami kemunduran. Kondisi ini dapat ditandai dengan keadaan seseorang sering lupa akan sesuatu, keliru, adanya perubahan kepribadian, dan emosi yang naik-turun atau labil. “Mayoritas jemaah yang dirawat tahun lalu adalah lansia yang memang biasanya memiliki riwayat demensia,” kata Umbar Sarjono.

Tim dokter/pskiatri KKHI Daker Makkah Dr Herlina Pohan SpKJ menambahkan dehidrasi dan perubahan lingkungan yang sangat cepat rentan membuat jemaah mengalami gangguan kejiwaan termasuk stres dan halusinasi. “Kami sudah menyiapkan ruang perawatan dengan kapasitas 44 tempat tidur dan bisa ditambah dengan tempat tidur cadangan,” kata Herlina Pohan.

Untuk Tim Psikiatri KKHI Makkah sendiri didukung oleh tiga dokter spesialis kejiwaan, sejumlah perawat jiwa dan tenaga pendukung. Ruang rawat yang disediakan dirancang secara khusus dengan pelindung besi di pintu dan jendela untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dilakukan.

Ruang rawat jiwa di KKHI Makkah berada di lantai lima sekaligus menjadi tempat tinggal bagi para personel tim psikiatri KKHI Makkah agar bisa setiap saat memantau perkembangan kejiwaan pasien.



Sumber: ANTARA