Menjaring Penyelundup Benih Lobster di Pantai Timur Jambi

Menjaring Penyelundup Benih Lobster di Pantai Timur Jambi
apolda Jambi, Irjen Pol Muchlis AS (dua dari kiri) didampingi Kepala Pengendalian Mutu Hasil Perikanan (BKIPM) Jambi, Ade Samsudin (dua dari kanan) menunjukkan barang bukti benih lobster ketika melakukan ekspos hasil pengungkapan penyelundupan benih lobster di Jambi, Jumat, 12 Juli 2019. ( Foto: Beritasatu Photo / Radesman Saragih )
Radesman Saragih / JAS Minggu, 14 Juli 2019 | 15:17 WIB

Jambi, Beritasatu.com - Pantai timur Provinsi Jambi masih termasuk jalur empuk penyelundupan benih lobster (udang) ke luar negeri. Para penyelundup cukup leluasa melakukan penyelundupan lobster melalui jalur ini karena di pantai timur Jambi itu masih cukup banyak pelabuhan tikus (pelabuhan tidak resmi).

Maraknya penyelundupan benih lobster melalui pantai timur Jambi tersebut terbukti dari masih seringnya terbongkar kasus penyelundupan benih lobster pada jalur transportasi Kota Jambi menuju pantai timur Jambi.

Kapolda Jambi, Irjen Pol Muchlis AS ketika melakukan ekpose hasil penangkapan penyelundupan benih lobster di Polda Jambi, Jumat (12/7/2019) mengatakan, pada Mei-Juli 2019 ini, jajaran kepolisian di Jambi sudah tiga kali membongkar jaringan penyelundup benih lobster pada jalur Kota Jambi – pantai timur Jambi.

Kasus terbaru pengungkapan penyelundupan benih lobster tersebut dilakukan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi di kawasan pantai timur Jambi, Desa Sungai Toman, Kecamatan Mendahara Ulu Kabupaten Tanjungjabung Timur (Tanjabtim), Provinsi Jambi, Kamis (11/7/2019) malam.

Petugas Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu (KIPM) dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Jambi menunjukkan barang bukti benih lobster yang diamankan saat rilis kasus di Mapolresta Jambi, Minggu (11/11/2018).

“Dalam penangkapan penyelundupan lobster tersebut berhasil diamankan satu unit truk membawa sekitar 570.550 ekor benih lobster dan 75.000 ekor benih sidat. Barang bukti truk, benih lobster dan sidat yang ditaksir mencapai harga Rp 87 miliar tersebut diamankan di Polda Jambi. Namun sopir dan awak truk yang berhasil kabur saat penyergapan tersebut masih diburu petugas,” katanya.

Awal Juli lalu, tepatnya, Selasa (2/7/2019) malam sekitar pukul 23.30 WIB, Satuan Gabungan Mabes Polri dan Polresta Jambi juga berhasil menangkap enam anggota jaringan penyelundup benih lobster di Jalan Pattimura, Kota Jambi.

Anggota jaringan penyelundup benih lobster asal Bengkulu dan Batam, Kepulauan Riau itu tertangkap ketika hendak menuju pantai timur Jambi. Sekitar 113.000 benih lobster dengan nilai sekitar Rp 17 miliar yang dibawa menggunakan dua unit mobil pribadi berhasil diamankan dari para tersangka.

Sedangkan Mei lalu, kata Muchlis AS, Satuan Kepolisian Air dan Udara (Pol Airud) Polda Jambi BKIPM Jambi mengamankan enam orang anggota jaringan penyelundup benih lobster di pantai timur Jambi. Sekitar 81.000 ekor benih lobster asal Provinsi Lampung dengan nilai Rp 12 miliar diamankan dari keenam tersangka.

Informasi Masyarakat

Muchlis AS mengakui, kasus-kasus penyelundupan benih lobster melalui pantai timur Jambi banyak yang terungkap berkat informasi awal dari warga masyarakat. Pendalaman informasi penyelundupan benih lobster dari masyarakat itu beberapa kali terbukti dengan terbongkarnya kasus penyelundupan benih lobster.

Keberhasilan Ditreskrimsus Polda Jambi membongkar dan mengagalkan penyelundupan sekitar 570.550 ekor benih lobster dan 75.000 ekor benih sidat Kamis (11/7/2019) malam juga tak terlepas dari informasi awal dari warga masyarakat.

“Informasi adanya mobil truk dan mobil pribadi membawa benih lobster menuju pantai timur Jambi awalnya berasal dari warga masyarakat. Berdasarkan informasi tersebut petugas pun melakukan pengintaian, lalu mengejar truk yang membawa benih lobster tersebut hingga ke kawasan pantai timur Jambi,”katanya.

Benih Lobster.

Dijelaskan, truk yang membawa benih lobster tersebut mulai diikuti ketika melintas di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera dari Jambi menuju Kualatungkal, Tanjungjabung Barat. Truk tersebut kabur menuju Kabupaten Tanjungjabung Timur. Akhirnya truk tersebut berhasil diamankan di Desa Sungai Toman, Kecamatan Mendahara Ulu, Tanjabtim.

Menurut Muchlis AS, petugas menemukan barang bukti sekitar 570.550 ekor benih lobster. Benih lobster tersebut terbungkus dalam 2.922 kantong plastik dan disimpan dalam 100 kotak. Benih lobster tersebut terdiri dari 542.200 ekor jenis lobster pasir dan 28.350 ekor jenis lobster mutiara.

“Kemudian di dalam truk tersebut ditemukan juga benih ikan sidat (glass eel) sekitar 75.000 ekor terbungkus dalam 30 kantong plastik yang dikemas dalam 15 kotak. Namun pengemudi dan kondektur truk tersebut melarikan diri ke tengah perkebunan kelapa sawit,” katanya.

Proses Cepat

Menurut Muchlis AS, pihaknya melakukan proses hukum cepat dan tegas terhadap para tersangka penyelundup benih lobster di daerah itu. Hal itu dilakukan untuk memberikan efek jera bagi para penyelundup benih lobster yang tertangkap di Jambi.

“Enam orang tersangka kasus benih lobster asal Bengkulu dan Batam, Kepul;auan Riau yang tertangkap dua pekan lalu kini masih dalam proses hukum di Polda Jambi. Kasus tersebut segera dilimpahkan ke pihak kejaksaan agar bisa lebih cepat diajukan ke pengadilan,” katanya.

Muchlis AS lebih lanjut mengatakan, pihaknya akan meningkatkan pemberantasan penyelundupan benih lobster melalui pantai timur Jambi. Untuk itu razia kendaraan di Jalintim Sumatera menuju pantai timur Jambi begitu juga patroli kapal di pantai timur Jambi dilakukan semakin intensif.

“Kami juga terus melakukan kerja sama dengan Badan Pengendalian Mutu Hasil Perikanan (BKIPM) Jambi dalam pemberantasan penyelundupan benih lobster itu. Kemudian informasi masyarakat mengenai kasus penyelundupan benih lobster di Jambi ini juga tetap kami butuhkan,” katanya.

Vonis Hukum

Sementara itu, hakim Pengadilan Negeri (PN) Jambi telah menjatuhkan vonis hukuman terhadap enam terdakwa kasus penyelundupan benih lobster yang ditangkap Satpolairud Polda Jambi di pantai timur Jambi, Mei lalu. Seorang terdakwa, Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok, Kong Hui Ping dijatuhi hukuman penjara selama satu tahun tiga bulan dan denda sekitar Rp 1 miliar subsider kurungan dua bulan.

Lobster.

Kemudian terdakwa Andika, Ansori dan Zainuri divonis hukuman satu tahun dan denda Rp 1 miliar. Sedangkan terdakwa Ramlan dan Sobirin yang merupakan ayah dan anak hanya divonis satu tahun tanpa denda.

“Para terdakwa terbukti melanggar Pasal 31 ayat (1) jo Pasal 6 jo Pasal 7 jo Pasal 9 Undang-undang (UU) Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Ikan, Hewan dan Tumbuhan dan Pasal 88 jo Pasal 16 Ayat 1 UU Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan. Karena itu para terdakwa dijatuhi hukuman pidana penjara dan denda,” kata Ketua Majelis Hakim PN Jambi, Yandri Roni pada sidang kasus penyelundupan benih lobster di PN Jambi, Kamis (11/4).



Sumber: Suara Pembaruan