Saatnya Koperasi Bertransformasi Menuju Era Digital

Saatnya Koperasi Bertransformasi Menuju Era Digital
Pengundian Grand Prize dan Pesta Jutawan SOBATKU dihadiri Deputi Menteri Bidang Kelembagaan Luhur Pradjarto, Deputi Menteri Bidang Pengawasan Suparno, dan Ketua Dewan Koperasi Indonesia Agung Sudjatmoko, di Plaza Ambarrukmo, Yogyakarta, Minggu, 14 Juli 2019. Pengundian Grand Prize dan Pesta Jutawan SOBATKU dihadiri Deputi Menteri Bidang Kelembagaan Luhur Pradjarto, Deputi Menteri Bidang Pengawasan Suparno, dan Ketua Dewan Koperasi Indonesia Agung Sudjatmoko, di Plaza Ambarrukmo, Yogyakarta, Minggu, 14 Juli 2019. ( Foto: Suara Pembaruan / Fuska Sani Evani )
Fuska Sani Evani / JEM Senin, 15 Juli 2019 | 15:22 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Koperasi sebagai pilar ekonomi yang sejalan dengan jiwa Pancasila, tetap relevan dan sejalan dengan kebutuhan masyarakat dunia usaha, sejauh mampu merespon perkembangan zaman khususnya kalangan milenial.

Karena itulah, Ketua Harian Dewan Koperasi Indonesia Agung Sudjatmoko meminta prototipe koperasi financial technology (fintech) untuk mendorong transformasi ke teknologi digital agar dapat lebih memaksimalkan pelayanan kepada anggotanya.

“Transformasi total yang dilakukan koperasi, salah satunya dalam mengoptimalkan teknologi untuk meningkatkan kualitas kelembagaan koperasi dan membuka akses tanpa batas,” katanya di sela acara Program Undian Pesta Jutawan Sobatku di Plaza Ambarrukmo, Minggu (14/7/2019).

Jumlah koperasi di Indonesia saat ini terdata lebih dari 130 ribu. Di antaranya ada yang berkembang pesat hingga mencatat omzet perputaran uang hingga Rp 16 triliun. Namun karena perubahan karakter masyarakat di era industri 4.0, maka koperasi juga harus bisa berbenah dan mengikuti selera masyarakat masa kini.

Agung Sudjatmoko mengungkapkan, saat ini segala lini sedang menghadapi perubahan ke arah digital yang membuat masyarakat mudah melakukan berbagai hal termasuk di bidang keuangan.

“Sekarang ini, generasi milenial kan maunya serba mudah, dan mereka dapat itu dari smartphone. Koperasi juga harus fokus pengembangan bisnisnya salah satunya melalui digitalisasi agar lini bisnisnya tumbuh, bisa menjangkau generasi milenial,” ungkapnya.

Agung Sudjatmoko mencontohkan, bentuk transformasi teknologi salah satunya dilakukan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sahabat Mitra Sejati melalui aplikasi Sobatku (Simpanan Online Sahabatku).

Aplikasi ini ini menjadi pelopor koperasi yang sudah menggunakan financial technology yang mudah, aman, nyaman dan dana yang tersimpan tidak hilang.

Menurut dia, kolaborasi yang dilakukan KSP Sahabat Mitra Sejati bersama Bank Sahabat Sampoerna dengan membentuk aplikasi Sobatku menjadi salah satu bukti mendekatkan koperasi dengan segmentasi milenial untuk mengembangkan bisnis dengan menjaring segmentasi anggota lebih luas.

“Sobatku ini jadi pelopor, kemudian menginspirasi munculnya koperasi lain yang punya layanan elektronik saving dan layanan digital lainnya. Ini tren yang positif, kami yakin kualitas koperasi di Indonesia ke depan akan semakin baik,” ujarnya.

Sementara, Ketua KSP Sahabat Mitra Sejat, Ceppy Y Mulyana mengatakan inovasi dan teknologi yang dihadirkan Sobatku merupakan upaya untuk mendorong transformasi koperasi dalam menghadapi era digital.

Dalam rangka memeriahkan Hari Koperasi Nasional 2019 menggelar program undian Pesta Jutawan Sobatku untuk wilayah DIY dan Jawa Tengah. Inovasi teknologi yang diperkenalkan koperasi ini semakin membuat koperasi dilirik masyarakat. Salah satunya dalam upaya mendekatkan generasi milenial untuk lebih memanfaatkan koperasi.

"Kami berharap bisa turut mendukung rencana koperasi nasional untuk melakukan reformasi total. Bagaimana teknologi in dapat memberikan layanan yang optimal dan lebih baik bagi anggota koperasi," jelas Ceppy.

Ditambahkan Fintech Product Activation Division Head Sobatku, Oktavia Laksmi, pihaknya saat ini memang berupaya mendorong lebih jauh pelayanan koperasi melalui aplikasi e-saving Sobatku. Bukan hanya menjangkau kalangan menengah ke atas saja, Sobatku menurut dia juga mengakomodasi masyarakat dari bawah dengan tidak membatasi nominal Rupiah tabungan elektronik tersebut.

"Kami ingin arahkan anak muda tidak hanya selalu bertransaksi [konsumtif], tetapi juga menjembatani mereka yang ingin menabung," ungkap Oktavia.

Aplikasi e-saving memiliki banyak kelebihan, sekaligus mengajak anak muda untuk meninggalkan gaya hidup boros. Selain mudah diakses dan proses registrasi yang tidak perlu memakan waktu lama, aplikasi Sobatku juga dapat diakses setiap saat hanya lewat ponsel pintar penggunanya.



Sumber: Suara Pembaruan