Jumlah Penduduk Miskin di Indonesia Turun
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Jumlah Penduduk Miskin di Indonesia Turun

Senin, 15 Juli 2019 | 15:43 WIB
Oleh : Herman / CAH

Jakarta, Beritasatu.com – Badan Pusat Statistik (BPS) kembali merilis profil kemiskinan di Indonesia. Kepala BPS, Suhariyanto memaparkan, jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2019 mencapai 25,14 juta orang.

Dibandingkan September 2018, jumlah penduduk miskin menurun 529,9 ribu orang. Sementara jika dibandingkan dengan Maret 2018, jumlah penduduk miskin menurun sebanyak 805,1 ribu orang.

Untuk persentase penduduk miskin pada Maret 2019 tercatat sebesar 9,41 persen, menurun 0,25 persen poin terhadap September 2018 dan menurun 0,41 persen poin terhadap Maret 2018.

“Tren penurunan ini tentunya menggembirakan dengan berbagai kebijakan yang telah dilakukan pemerintah melalui Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, Rastra, Bantuan Pangan Non Tunai, dan juga berbagai kebijakan lainnya untuk bansos, sehingga penurunan angka kemisikinan di Indonesia mengalami progres yang menggembirakan,” kata Suhariyanto, di gedung BPS, Jakarta, Senin (15/7/2019).

Dipaparkan Suharoyanto, penurunan kemiskinan ini terjadi baik di pedesaan maupun perkotaan. Pada periode September 2018 – Maret 2019, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan turun sebesar 136,5 ribu orang, sedangkan di daerah perdesaan turun sebesar 393,4 ribu orang. Persentase kemiskinan di perkotaan turun dari 6,89 persen menjadi 6,69 persen. Sementara itu, di perdesaan turun dari 13,10 persen menjadi 12,85 persen.

“Pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan terkait masalah kemisikinan ini adalah masalah disparitas yang tinggi antara kemiskinan di kota dan di desa, di mana kemisikinan di kota pada Maret 2019 sebanyak 6,69 persen, sementara di desa sebanyak 12,85 persen,” ujar Suhariyanto.

Persentase penduduk miskin terbesar berada di wilayah Pulau Maluku dan Papua, yaitu sebesar 20,91 persen. Persentase penduduk miskin terendah berada di Pulau Kalimantan sebesar 5,93 persen. Sedangkan dari sisi jumlah, sebagian besar penduduk miskin masih berada di Pulau Jawa sebanyak 12,72 juta orang, sedangkan jumlah penduduk miskin terendah berada di pulau Kalimantan sebanyak 0,97 juta orang.

“Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan selama periode Sempember 2018 sampai Maret 2019 antara lain rata-rata upah real buruh tani dan buruh bangunan yang mengalami peningkatan. Kita perlu pahami bahwa buruh tani dan bangunan termasuk di dalam 40 persen lapisan terbawah, sehingga kalau upahnya meningkat, daya belinya akan meningkat, sehingga angka kemisikinan turun,” terang Suhariyanto.

Faktor lainnya adalah dari sisi nilai tukar petani (NTP). Pada tiga bulan pertama 2019 selalu berada di atas 100. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga menunjukkan progres yang menggembirakan, di mana pada Februari 2019 mengalami penurunan 0,12 persen dibandingkan Februari 2018 menjadi 5,01 persen. Indikator lainnya adalah tingkat inflasi yang cukup rendah sebesar 1,52 persen, kemudian harga beberapa komoditas pokok yang mengalami penurunan cukup signifikan, cakupan Program Bantuan pangan Non Tunai (BPNT) yang diperluas oleh pemerintah, serta program Rastra yang juga tersalurkan sesuai jadwal.

Untuk garis kemiskinan pada Maret 2019 adalah sebesar Rp 425.250 per kapita per bulan. Dibandingkan September 2018, Garis Kemiskinan naik sebesar 3,55 persen. Sementara jika dibandingkan Maret 2018 terjadi kenaikan 5,99 persen. Komoditi makanan yang memberikan sumbangan terbesar pada garis kemisikinan baik di perkotaan maupun perdesaan adalah beras, rokok, dan telur ayam ras.

Secara rata-rata, garis kemiskinan per rumah tangga pada Maret 2019 adalah sebesar Rp 1.990.170 per bulan, naik sebesar 4,67 persen dibandingkan kondisi September 2018 yaitu sebesar Rp 1.901.402 per bulan. Sementara itu untuk indeks kedalaman kemiskinan pada Maret 2019 sebesar 1,55, turun dibandingkan September 2018 yang sebesar 1,63. Demikian juga dengan indeks keparahan kemiskinan yang mengalami penurunan dari 0,41 menjadi 0,37.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Kepala LAN: Widyaiswara Jadi Garda Terdepan Penyiapan ASN Unggul di Era Digital Learning

Birokrasi meninggalkan cara-cara lama dalam bekerja demi mencapai efektifitas dan efisiensi yang lebih tinggi

NASIONAL | 21 September 2021

PTM di Semarang, 7 Guru dan Siswa Tertular Covid-19

Ada tujuh guru dan siswa dikonfirmasi tertular Covid-19 selama pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di Semarang

NASIONAL | 21 September 2021

Prihatin Tragedi Kiwirok, Ratusan Nakes Gelar Aksi Bakar Lilin di Jayapura

Para nakes di antaranya berasal dari organisasi IDI, Patelki, HAKLI, Persagi, IBI, IAKMI, IAI dan PPNI.

NASIONAL | 21 September 2021

RIsma Jabarkan Strategi Percepatan Penanganan Kemiskinan

Di hadapan anggota Komite III DPD, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini memaparkan strategi Kemsos mengakselerasi penanganan kemiskinan

NASIONAL | 21 September 2021

Pemuda Papua Sebut Pemimpin Idola, Sandiaga: Saya Hanya Orang Biasa

Salah seorang pemuda terharu dan menegaskan kalau Sandiaga adalah sosok pemimpin idola.

NASIONAL | 21 September 2021

Mendikbudristek Respons Positif Pemberdayaan SAD yang Diusung Universitas Jambi

Mendikbud Nadiem Makarim akan melihat dari dekat pemberdayaan suku anak dalam (SAD) di Sarolangun, Jambi terutama pada aspek pendidikannya.

NASIONAL | 21 September 2021

Napoleon Aniaya Muhammad Kece, Cak Nanto: Main Hakim Sendiri Tidak Dibenarkan

Cak Nanto menyebut tindakan penganiayaan Irjen Napoleon Bonaparte terhadap Muhammad Kece, tidak dapat dibenarkan.

NASIONAL | 21 September 2021

DPR Tetapkan 7 Hakim Agung, Herman Herry: Selamat Bekerja

DPR telah menetapkan tujuh hakim agung dalam rapat paripurna di gedung DPR, Jakarta, Selasa (21/9/2021).

NASIONAL | 21 September 2021

MPR Dukung Langkah TNI-Polri Tumpas KKB

Wakil Ketua MPR Syarief Hasan mendukung langkah TNI-Polri menumpas KKB di Papua.

NASIONAL | 21 September 2021

Fadli Zon: Pemerintah Harus Memperkuat Alutsista

Fadli Zon mengatakan pemerintah harus lebih keras lagi dalam mempertahankan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) di Natuna Utara.

NASIONAL | 21 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
Damkar Terjunkan Mobil Bronto untuk Padamkan Kebakaran di Swalayan Cahaya

Damkar Terjunkan Mobil Bronto untuk Padamkan Kebakaran di Swalayan Cahaya

MEGAPOLITAN | 10 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings