Ridwan Kamil Dukung Peningkatan Manfaat Ekonomi Waduk Jatiluhur

Ridwan Kamil Dukung Peningkatan Manfaat Ekonomi Waduk Jatiluhur
Gubernur Jawa Barat Ridwal Kamil (kanan) menandatangani kerja sama pengelolaan Waduk Jatluhur dengan Dirut Perum Jasa Tirta II Saefudin Noer, 14 Juli 2019. ( Foto: Beritasatu / Frans Imung )
Frans Imung / HA Senin, 15 Juli 2019 | 17:53 WIB

Purwakarta, Beritasatu.com - Gubernur Jawa Barat Ridwal Kamil mendukung penataan kawasan Waduk Jatiluhur yang sedang digalakkan Perum Jasa Tirta II dalam rangka peningkatan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Karena itu ia mengajak warga Jawa Barat memberikan atensi atas upaya Perum Jasa Tirta II di bawah pimpinan Saefudin Noer sebagai direktur utama, dalam rangka mendongkrak kesejahteraan masyarakat melalui pembukaan lapangan kerja baru pasca-penataan.

“Ini mengawali kesepakatan antara Pemprov Jawa Barat dengan Perum Jasa Tirta II. Sudah bersih sekali dan nyaman, Tinggal difasilitasi keinginan para wisatawan, sehingga Jawa Barat bisa menaikkan potensi wisata berlipat-lipat,” ujar Ridwan saat memberi sambutan menjelang penandatangan kerjasama dengan Perum Jasa Tirta II, yang dilanjutkan dengan event “1st Jatiluhur Stand Up Paddle and Kayak Exhibition,” Minggu (14/7/2019).

Ridwal menandaskan, ia siap duduk bersama dengan pimpinan Perum Jasa Tirta II untuk berbicara lebih lanjut soal penataan dalam rangka pemanfaatan kawasan waduk, demi kesejahteraan masyarakat sekitar maupun kemajuan industri pariwisata di Jawa Barat.

Ia mengungkapkan keyakinannya bahwa potensi pariwisata kawasan Waduk Jatiluhur akan mendapat respons positif jika ditata lebih baik lagi.

“Kalau itu terjadi, saya yakin indeks pengangguran di Kabupaten Purwakarta bisa turun luar biasa,” lanjutnya.

Sebagai arsitek, Ridwal mengaku suka hal-hal berbau hitungan teknis. Dalam kalkulasinya, manfaat ekonomi Waduk Jatiluhur akan meningkat empat kali lipat dari kondisi saat ini. Salah satu poin yang ingin dibahas bersama Jasa Tirta II, kata Ridwan, soal keberadaan jaring apung di area Waduk Jatiluhur.

Ia mengaku tengah menjajaki kerja sama dengan lembaga maritim dari Swiss dan Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam rangka pemanfaatan teknologi baru dengan dukungan solar cell atau panel surya.

“Dengan teknologi ini, penggunaan area untuk jaring apung akan jauh lebih kecil, namun produksi ikan yang dihasilkan sama banyak,” ujar dia.

Berbicara pada kesempatan yang sama, Direktur utama Perum Jasa Tirta II (PJT II) Saefudin Noer mengatakan, Jasa Tirta II telah mengambil langkah menata kawasan waduk untuk pengembangan pariwisata sekialigus peningkatan manfaat ekonomi melalui penataan UMKM di sekitar waduk.

Menurut Saefudin, event stand up paddle dan kayak yang digelar hari Minggu merupakan momen awal dalam penataan kawasan Waduk Jatiluhur. Menurutnya, Jasa Tirta II diserahi tanggung jawab mengelola aset potensial, berupa sumber daya air dan water infrastructure yang memiliki daya tarik wisata yang besar.

“Potensi ini yang akan kita kembangkan sehingga lebih bernilai lagi,” ujar mantan direktur keuangan Pelindo III ini.

Deputi Energi Logistik Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN Edwin Hidayah Abdullah mendukung penataan Waduk Jatiluhur dengan potensi pariwisata yang ada. Dengan demikian, waduk dan kawasannya tidak hanya bermanfaat untuk kepentingan irigasi dan kebutuhan listrik semata. Sebab, potensi ekonomi lain di kawasan ini masih sangat besar untuk dikembangkan.



Sumber: BeritaSatu.com