Kejari Seluma Eksekusi 3 Terpidana Anggota PPK Ulu Talo

Kejari Seluma Eksekusi 3 Terpidana Anggota PPK Ulu Talo
Ilustrasi ( Foto: Istimewa )
Usmin / JAS Selasa, 16 Juli 2019 | 11:04 WIB

Bengkulu, Beritasatu.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Seluma, Bengkulu mengeksekusi tiga terpidana anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Ulu Talo dalam kasus pengelembungan suara caleg Partai Gerindra pada Pemilu 17 April 2019 lalu dengan cara mengubah hasil rekapitulasi suara.

Tiga anggota PPK Ulu Talo yang menjadi terpidana dan dieksekusi jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Seluma, atas nama Aziz Nugroho (24), Arizon (43), dan Andi Lala (36).

"Para terpidana langsung kita jebloskan ke Lapas Kelas II A Bentiring, Kota Bengkulu, untuk menjalani hukuman masing-masing selama lima bulan penjara sesuai vonis majelis hakim Pengadilan Tinggi (PT) Bengkulu," kata Humas Kejari Seluma, Citra Apriyadi, di Bengkulu, Senin (15/7/2019).

Sebelumnya ketiga terpidana dijatuhi hukuman oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tais, Seluma masing-masing enam bulan penjara dan denda sebesar Rp 5 juta subsider satu bulan penjara.

Hukuman tersebut dijatuhkan majelis hakim PN Tais kerena ketiga terdakwa terbukti melakukan kecurangan dengan mengubah hasil rekapitulasi perolehan suara salah satu caleg DPR-RI dari dapil Bengkulu pada Pemilu 17 April lalu.

Ketiga terpidana tidak menerima putusan majelis hakim PN Tais tersebut, dan mereka menyatakan banding ke PT Bengkulu. Hasil banding majelis hakim PT Bengkulu menurunkan hukuman ketiga terpidana dari masing-masing selama enam bulan dan denda Rp 5 juta subsider 1 bulan penjara menjadi lima bulan dan denda Rp 3 juta subsider 1 bulan penjara.

Selain itu, majelis hakim PT Bengkulu selain mengurangi masa hukuman dan denda juga memerintahkan ketiga terpidana segera ditahan. "Atas putusan hakin PT Bengkulu tersebut, kita langsung mengeksekusi tiga terpidana di Lapas Kelas IIA Bentiring, Kota Bengkulu," ujarnya.

Ketiga terdakwa diantar langsung oleh petugas Kejari Tais ke Lapas Kelas IIA. Kota Bengkulu, dengan menggunakan mobil Avanza berpelat hitam B 1055 EED, yang dikemudikan langsung oleh Kasi Pidsus Kejari Seluma, Sindu Hutomo.

Seperti diketahui tiga anggota PPK Kecamatan Ulu Talo, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, dilaporkan ke polisi karena melakukan kecurangan dengan cara mengubah hasil rekapitulasi suara untuk calon anggota DPR-RI dari dapil Bengkulu pada Pemilu 17 April lalu.

Dari hasil penyelidikan dan penyidikan serta ditambah barang bukti, penyidik Polres Seluma menetapkan tiga anggota PPK Ulu Talo sebagai tersangka. Namun, setelah mereka ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi langsung kabur ke Jakarta.

Dalam tempo singkat Polres Seluma dibantu anggota Reskrim Mabes Polri berhasil meringkus ketiga tersangka di salah satu mal di Jakarta. Selanjutnya ketiga tersangka dibawa ke Bengkulu untuk menjalani proses hukum dan akhirnya dijatuhi hukuman penjara masing-masing lima bulan serta denda Rp 3 juta subsider 1 bulan kurungan.



Sumber: Suara Pembaruan